Barata Tours, Bali .. (PT. BARATA DEWATA ASRI) - Your Personal Ticket to Experience Bali and Beyond - Jl. Sedap Malam GG. Rampai II no. 5 Kesiman Kelod - Denpasar 80237 - Indonesia - Office Phone: (+62-361) 233111, 5522111 - Fax: (+62-361) 237494 - LICENSE: 01/23/T/PARSENIBUD/1999 - ASITA member: 0241/XVII/DPP/2000
Get Adobe Flash player

Objek Wisata Bali

Page  1 2 >


Pulau Bali sangat kecil, akan tetapi menyimpan segudang daerah pariwisata yang sangat menarik dan layak di kunjungi. Berdasarkan data yang di dapat di masing masing 9 kabupaten yang ada di Bali lebih dari 100 obyek wisata yang bisa di kunjungin oleh wisatawan asing ataupun mancanegara diantara nya:

Badung

Gallery

Obyek Wisata

Air Terjun Nungnung 

Nungnung adalah nama dari sebuah desa kecil, terletak 40 kilometer sebelah utara kota Denpasar. Desa ini berhawa sejuk dengan ketinggian lebih kurang 900 meter di atas permukaan laut.

Di desa inilah terdapat sebuah air terjun yang mempunyai ketinggian 50 meter dengan debit air yang cukup besar.

Untuk mencapai lokasi air terjun ini, kita harus menelusuri  persawahan berbukit sekitar 2 Kilometer dari jalan raya.

Menikmati Panorama alam yang ada sepanjang perjalanan menuju lokasi air terjun ini akan menambah kagum kita akan kebesaran dan kemahakuasaan sang Pencipta & perjalanan menuju lokasi air terjun ini merupakan  sebuah pengalaman yang tak akan terlupakan.

Atraksi Makotek 

Pada masa kejayaan kerajaan Mengwi (abad ke 17), leluhur penduduk Desa Munggu terkenal sebagai prajurit kerajaan Mengwi yang sangat tangguh.  Untuk menghormati leluhur mereka sebagai prajurit perang serta untuk mengusir roh – roh jahat dan wabah penyakit, maka setiap sore hari pada Hari Raya Kuningan diadakan sebuah upacara ritual yang disebut dengan MEKOTEK.

Upacara ini dimulai dari pelataran Pura Puseh Munggu kemudian mengitari seluruh wilayah Desa Munggu yang dilaksanakan oleh warga masyarakat dengan membawa sarana upacara dan tongkat kayu panjang sebagai simbol senjata perang.

Ayung Rafting 

Sungai Ayung mengalir di pinggir timur Kabupaten Badung dan sekaligus merupakan perbatasan dengan Kabupaten Gianyar. Hulu sungai tersebut berawal di sekitar Gunung Kintamani dan bermuara di Pantai Padanggalak, Sanur.  Sungai Ayung adalah sungai terpanjang dan memiliki debit air yang besar di Bali.  Rafting di sungai pertama kali diperkenalkan oleh wisatawan karena sangat digemari. Akhir-akhir ini, dari bagian barat sungai Ayung juga terdapat beberapa pengelola kegiatan rafting profesional dan mereka berangkat dari beberapa tempat yang berbeda seperti : KUD Petang, berangkat dari Banjar Buangga – Desa Petang, Green Antap Valley berangkat dari Banjar Antap, dan Adventure rafting berangkat dari Banjar Sangut, Desa Carangsari.

Bumi Perkemahan Dukuh, Blahkiuh 

Bumi perkemahan ini berada di Desa Blahkiuh Kecamatan Abiansemal sekitar 19 Km dari Kota Denpasar dan sekitar 2 Km ke arah Barat dari jalan raya Denpasar – Petang depan kantor Kepolisian Blahkiuh.

Obyek wisata ini dahulu merupakan tempat peristirahatan keluarga kerajaan Mengwi lengkap dengan sebuah kolam dan tempat pemandian umum. Tempat ini suasananya cukup tenang karena terletak cukup jauh dari jalan raya dan pada tanah tegalannya sekarang dipergunakan untuk tempat bumi perkemahan. Obyek wisata ini dekat dengan obyek dan daya tarik wisata Kawasan Luar Taman Ayun dan Sangeh. Obyek ini terus ditata/pembuatan kolam renang, lapangan tenis, restoran dan penginapan oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Badung.

 

Bungy Jumping 

Terdapat beberapa tempat Bungy Jumping di Kuta antara lain AJ Hacket Bungy di Club Double Six (66) jalan Arjuna (Double Six), Bali Bungy Co., jalan Pura Puseh, serta Adrenalin Parks di Jalan Benesari Kuta.

Atraksi olah raga ini sebenarnya merupakan tradisi suku Maori di Selandia Baru untuk menguji keberanian para pemuda yang telah menginjak usia dewasa dengan mengikat kedua kakinya pada ranting pepohonan kemudian terjun ke dalam lembah.  Dari Selandia Baru atraksi ini berkembang pesat di Australia kemudian menyebar ke seluruh dunia termasuk Indonesia dengan peralatan keamanan standar yang lebih modern.  Tinggi tempat meloncat untuk olah raga Bungy Jumping sekitar 40 meter, umumnya dari sebuah tower / menara dan di bawahnya ada sebuah kolam minimal sedalam 4 meter.

Desa Petang 

Desa Petang terletak pada ketinggian 800 meter di atas permukaan laut, lebih kurang 32 kilometer sebelah utara kota Denpasar.

Desa ini menawarkan suasana pedesaan yang masih asri dan asli dengan tanaman hortikulturanya yang meliputi  berbagai sayur mayur dan buah-buahan, sawah berundag-undag dengan aliran sungai Ayung yang berliku yang akan mengantarkan beberapa perafting menikmati indahnya alam pedesaan.

Desa Wisata Baha 

Sekitar 4 kilometer sebelah timur Pura Taman Ayun, terdapat sebuah Desa tradisional bernama “Baha”.  Sebagian besar penduduk desa ini adalah sebagai buruh dan petani penggarap / pemilik tanah, sehingga mereka harus menjadi  krama / anggota Subak, suatu organisasi yang mengatur pembagian air untuk irigasi pertanian. Masyarakat subak di Desa ini memiliki sebuah balai pertemuan subak  yang disebut “Balai Subak Lepud”, yang dipakai sebagai tempat rapat dan berbagai macam upacara yang berhubungan dengan pertanian.

Keunikan lain yang dapat dijumpai di desa  ini adalah Pintu masuk ke rumah dari masing-masing keluarga yang seragam dengan kombinasi arsitektur bangunan tradisional Bali, sehingga dapat memberikan kesan tersendiri bagi wisatawan.

Pura Desanya yang terletak di bagian selatan wilayah desa ini dengan dihiasi ukiran kuno juga merupakan objek yang sangat menarik untuk dikunjungi.

Tour setengah hari dengan tujuan akhir Tanah Lot dapat dikemas sedemikian rupa dengan mengawali kunjungan di Hutan Kera Sangeh, kemudian ke Desa Tradisional Baha, Taman Ayun melewati jalur jalan pedesaan yang masih asri.

Garuda Wisnu Kencana 

Patung ini berlokasi di Bukit Unggasan – Jimbaran Bali. Karya masterpiece Bali I Nyoman Nuarta. Saat ini dikembangkan sebagai taman budaya dan menjadi Landmark bagi pariwisata Bali dan Indonesia.

Patung tersebut berwujud Dewa Wisnu yang dalam agama Hindu adalah Dewa Pelindung, mengendarai burung Garuda. Diambil dari cerita “Garuda & Kerajaannya” dimana rasa bhakti dan pengorbanan burung Garuda untuk menyelamatkan ibunya dari perbudakan akhirnya dilindungi oleh Dewa Wisnu.
Patung ini dibangun dengan ketinggian 140 meter, diproyeksikan untuk mengikat tat ruang dengan jarak pandang sampai dengan 20 km sehingga dapat terlihat dari Kuta, Sanur, Nusa Dua hingga Tanah Lot. Patung Garuda Wisnu Kencana ini merupakan simbol dari misi penyelamatan lingkungan dan dunia.

Geger Sawangan 

Terletak di Pantai Geger Sawangan, depan hotel Nikko Bali, Nusa Dua atau sekitar 3 kilometer ke sebelah selatan dari kawasan Bali Tourism Development Center (BTDC)  nusa Dua.

Onta merupakan hewan yang paling diandalkan untuk transportasi di daerah gurun, karena kemampuannya yang begitu menakjubkan.  Safari onta yang dikelola oleh PT. Bali Onta Kuta Wisata ini mendatangkan hewan tersebut dari benua Australia dengan mengambil rute safari menyusuri pesisir pantai Geger Sawangan selama lebih kurang 1 jam.  Atraksi petualangan ini tentunya akan menjadi pengalaman yang sangat menarik dan tak terlupakan.

Tersedia fasilitas berupa antar jemput, areal parkir yang cukup luas serta tenaga pemandu.

Kawasan Nusa Dua 

Indah sekali membayangkan suatu Masyarakat yang tinggal di sudut sebuah Pulau terindah di Dunia, nun jauh dari keramaian kota, masyarakatnya hidup dengan tenang disepanjang pantai berpasir putih dengan kilauan cahaya surya terpantul air laguna yang tenang.

Pemandangan yang begitu indah hingga kini masih belum terusik, bahkan bentuk bangunan berarsitektur Bali masih tetap dijaga keharmonisannya sebagai ciri khas Pulau Bali.

Sebagai daerah pariwisata di kawasan ini telah tersedia sistem pelayanan yang komplek bagi masyarakat wisatawan modern, seperti air bersih, instalasi listrik, telepon, saluran sanitasi serta fasilitas lainnya. Segala sesuatunya diusahakan dirancang dengan seksama untuk menghindari polusi, kebisingan, pemandangan yang menyesakkan dan lain-lain.

Kawasan wisata ini terletak di paling selatan Pulau Bali, suatu lokasi yang paling dini mendapat sinar pagi. Di sepanjang 4 kilometer pantainya yang berpasir putih ditumbuhi ratusan hektar pohon nyiur dengan hotel-hotel berbintangnya nan megah berfasilitas standar internasional. NUSA DUA yang berjarak hanya 15 menit dari pelabuhan udara Ngurah Rai Bali telah banyak memberikan kontribusi pembangunan kepariwisataan dan bahkan mengimbas ke daerah-daerah disekitarnya, seperti Benoa dan Sawangan.

Mandala Wisata 

Terletak di Sebelah Barat Pura Taman Ayun, sekitar 19 kilometer dari kota Denpasar. Di dalamnya terdapat museum manusa yadnya yang memuat perjalanan ritual kehidupan manusia Hindu di Bali. Di tempat ini juga terdapat Restoran, Panggung terbuka pertunjukan kesenian serta gallery barang kerajinan khas Bali.

Kenyamanan berwisata di objek ini lebih terasa dengan adanya fasilitas parkir yang cukup luas serta adanya pemandu wisata.

Monumen Tragedi Kemanusiaan 

Monumen ini dibangun untuk mengingatkan kita pada suatu peristiwa yang sangat mengerikan yaitu Peledakan BOM Kuta Bali pada hari Sabtu malam tanggal 12 Oktober 2002 di Jalan Legian Kuta yang memakan korban meninggal dunia sebanyak 202 orang yang berasal dari 22 negara dan 324 orang menderita cidera dan luka serius.

Ledakan bom yang sangat dahsyat tersebut juga mengakibatkan kehancuran dan kerusakan bangunan-bangunan maupun kendaraan dalam radius satu kilometer.  Sejak tragedi ini industri pariwisata sebagai tulang punggung perekonomian Bali mengalami keterpurukan yang paling serius sepanjang sejarah,namun berkat kegigihan seluruh lapisan masyarakat maupun pemerintah kini secara perlahan namun pasti telah mengalami pemulihan.

Monumen ini dibangun di area bekas ledakan (Ground Zero) dan bagian yang paling menonjol  dari monumen ini adalah “Kayonan” dengan bentuk daun kayu besar berwarna putih sebagai perlambang alam semesta beserta isinya.  Pada bagian bawah kayonan ini terdapat prasasti yang mencantumkan daftar nama semua korban meninggal beserta kebangsaannya.

Panggung Kesenian Kuta Timur 

Terletak di Kuta Timur Resor, Jalan By Pass Ngurah Rai, Kuta sekitar 5 km sebelah utara Bandara Ngurah Rai, Tuban.

Panggung kesenian ini merupakan tempat pertunjukan berbagai jenis atraksi kesenian tradisional Bali.  Disini dapat disaksikan pertunjukan tari Barong mulai pk. 08.45 pagi setiap harinya.

Fasilitas yang tersedia di areal ini berupa parkir yang cukup luas dan restaurant.

Pantai Canggu 

Sehamparan pantai indah alami terletak hanya beberapa kilometer di sebelah utara Pantai Legian dan mudah dijangkau melalui Desa Kerobokan belok ke kiri. Sama seperti pantai-pantai lain disebelahnya, Pantai Canggu menawarkan gelombang laut yang khusus bagi penggemar olah raga selancar.
Demikian juga bagi peselancar yang belum berpengalaman dengan gelombang pantai karang, Canggu akan memberikan pengalaman pertama yang mengasyikkan.

Sebagai bagian dari perluasan Pantai Kuta, Canggu juga sudah mempersiapkan fasilitas kepariwisataan yang diperlukan.

Pantai Jimbaran 

Terletak di sebelah selatan dan bersebelahan  dengan Pantai Kedonganan, pantai ini juga menawarkan hal yang sama dengan yang lain, hanya airnya lebih jernih, sehingga nyaman untuk renang, rileks dan berjemur diri.

Di pantai Jimbaran terdapat beberapa hotel besar dengan fasilitas lengkap dan standar internasional. Beberapa unit cafe juga berjajar di pantai menyediakan berbagai makanan sari laut, khususnya ikan bakar, dengan aroma dan rasa khasnya yang mengundang selera.

Pantai Kedonganan 

Terletak hanya 3 kilometer di sebelah Selatan Bandar Udara Internasional Ngurah Rai, pantai ini menawarkan pasir putih yang landai dengan gelombangnya yang tenang, sehingga sangat cocok untuk bersantai, berenang maupun  mandi sinar mentari.

Di bagian utara Pantai Kedonganan ini terdapat sebuah pasar ikan tradisional dengan beberapa “jukung” ( perahu tradisional ) berjejer di pantai yang dapat menambah indahnya pemandangan. Melayari pantai berbentuk sabit dengan prahu nelayan ini, juga dapat memberikan kesan tersendiri bagi wisatawan.

Pantai Kuta, Legian, Seminyak 

Di jaman dahulu pantai pantai ini mempunyai sejarah hitam, karena terkenal sebagai tempat pembuangan bagi penderita penyakit lepra serta dihuni oleh para penggemar ilmu hitam.

Segera setelah Hugh Mahbett menerbitkan bukunya dengan Judul “Pujian untuk Kutayg menawarkan kepada masyarakat setempat untuk mempersiapkan fasilitas kepariwisataan Kuta mulai dikenal. Kini setiap keluarga memperbanyak jumlah kamarnya untuk penginapan wisatawan, demikian juga warung makan, restoran, diskotik, toko-toko dan lainnya tumbuh dengan cepatnya. Arus kunjungan wisatawan dari hari ke hari terus meningkat yang sekaligus mengundang penduduk luar daerah datang ke Bali ikut membangun fasilitas pariwisata.

Pantai Kuta yang lebar, berpasir putih bersih merupakan daya tarik tersendiri bagi wisatawan, sehingga ada ucapan, Datang ke Bali tanpa mengunjungi Kuta belumlah lengkap.

Di kala senja di saat Surya mulai terbenam, Kuta menyajikan pemandangan yg sangat indah dan romantis. Sambil menikmati hembusan udara sejuk menyegarkan, Kuta sering dipakai tempat berolah raga sore yang mengasyikkan. Pada tahun 1930, Kokes mempromosikan Bali sekaligus Kuta, serta memberikan inspirasi pembangunan Hotel berarsitektur Kotij (cottage).

Kini Kuta telah mampu menjadi pusat pariwisata Bali, karena telah dapat menyediakan fasilitas lengkap sesuai kebutuhan wisatawan seperti berbagai penginapan dan hotel, pusat-pusat perbelanjaan, tempat rekreasi, kehidupan malam begitu semarak, sarana dan fasilitas olahraga seperti Bungy jumping, water boom dan lain sebagainya.

Pantai Labuan Sait 

Pantai ini terletak beberapa kilometer disebelah utara Pura Uluwatu menghadap ke Samudra Indonesia. Dari tempat parkir, pengunjung harus berjalan kaki melalui lorong batu karang sepanjang 60 meter dan sampai di sebuah pantai yang indah “Labuan Sait”

Pantai ini berpasir putih dan bersih, serta tenang sehingga sangat cocok untuk rekreasi, santai dan mandi sinar mentari serta tentu saja sangat cocok pula untuk berselancar.

Para nelayan setempat juga menyediakan jukung sewaan bagi mereka yang ingin berkeliling melihat keindahan alam yang masih alami di semenanjung bukit bagian selatan.
Sebagai tempat pariwisata, di tempat ini juga sudah ada beberapa kedai minum dan restauran.

Pantai Nyang-Nyang 

Sebuah pantai dengan pasirnya yang putih bersih serta gelombang lautnya yang betul-betul sempurna bagi peselancar profesional. Terletak di daerah paling barat semenanjung bukit menghadap langsung ke laut lepas Samudra Hindia. Pemandangan pantai pasir putih yang landai nampak indah dari Hotel Puri Bali.

Pantai ini terletak agak terisolasi, namun dapat memberikan ketenangan privasi yang utuh dan kepuasan bagi setiap pengunjung.

Pantai Suluban 

Pantai ini terletak beberapa kilometer di sebelah utara Uluwatu, bertetanga dengan Pantai selancar Bingin dan Labuhan Sait. Suluban berasal dari bahasa Bali yang berarti “berjalan atau lewat di bawah sesuatu”. Diberi nama Pantai Suluban, karena pengunjung yang ingin ke sana harus melewati goa batu karang sebelum akhirnya sampai di pantai yang luas, berpasir putih dengan gemuruh gelombangnya menyenangkan bagi wisatawan peselancar.

Air laut pantai ini sangat jernih dan gelombangnya cukup tinggi, sehingga merupakan pantai yang paling dikenal dikalangan peselancar dunia.

Beberapa fasilitas pariwisata seperti Restauran, bar, penyewaan alat-alat surfing serta bengkel perbaikan sudah tersedia.

Patung Satria Katot Kaca 

Patung Gatotkaca yang megah ini dibangun pada tahun 1993 di tengah-tengah simpang tiga di sebelah timur laut Bandar Udara Internasional Ngurah Rai, Tuban. Diambil dari cerita Mahabarata, dimana dalam cerita tersebut Gatotkaca dikisahkan sebagai ksatria yang gagah perkasa dan pemberani, anak dari Bimasena, salah satu dari ksatria Panca Pandawa. Ia dikenal sebagai ksatria yang ahli terbang dan bertanggungjawab pada pertahanan udara serta memberi perlindungan bagi keselamatan kerajaan Pandawa.

Maksud pendirian patung ini adalah dalam rangka usaha terus memperindah kawasan sekitar Bandar Udara Ngurah Rai. Patung ini juga dipercaya dapat memberikan perlindungan spiritual dan keamanan bagi para wisatawan yang datang ke dan berangkat dari Bali.

Penangkaran Penyu Deluang Sari 

Deluang sari adalah sebuah delta kecil ditumbuhi hutan bakau, berpantai pasir putih, dengan gelombangnya yang tenang, terletak menghadap dengan pusat rekreasi laut Pelabuhan Benoa. Karena memiliki sistem ekologi yang utuh, pantainya yang bersih, hutan bakaunya yang subur, maka tempat ini telah dikembangkan untuk penangkaran Penyu laut. Di saat air surut kita dapat menyebrang ke sana dengan berjalan kaki disela-sela pohon bakau dari Tanjung Benoa, namun di saat air laut pasang, kita harus menyeberang dengan perahu / jukung dari pelabuhan Benoa selama sekitar 10 menit.

Di samping melihat penangkaran penyu, wisatawan yang datang kesini juga dapat melihat berbagai jenis ayam aduan, binatang dan burung-burung liar serta sebuah pura kecil. Sebagai kawasan wisata, di pulau kecil ini juga sudah tersedia rumah makan, toko cindera mata serta tempat atraksi pertunjukan satwa.

Pura  Peti Tenget 

Pura dan Pantai Peti Tenget terletak di Banjar Batu Belig, Desa Adat Kerobokan, Kecamatan Kuta Utara. Untuk menuju lokasi dapat ditempuh dengan kendaraan bermotor dari Kota Denpasar ke arah Barat kemudian ke Selatan yang jaraknya kurang lebih 10 km atau dari Kuta ke arah Utara menyusuri jalan raya Seminyak.

Pura Peti Tenget berdiri sekitar abad XV dan Pura tersebut adalah merupakan sepetak tegalan yang bersemak belukar yang angker (dalam bahasa bali disebut tenget) karena dihuni oleh Bhuto Ijo yang membawa mandat dari Pedanda Sakti Wawu Rauh untuk mengamankan peti pecanangan beliau. Hal kisah pada saat itu Pedanda Sakti sedang berada di anjungan bukit selatan (Uluwatu sekarang) datang menghadap seorang masyarakat Kerobokan mohon belas kasihan beliau agar tanah tegalan tersebut bisa dimanfaatkan masyarakat. Disarankan oleh beliau agar di tempat tersebut didirikan pelinggih penyungsungan Ida Bhatara Labuhan Masceti serta dibuatkan pula pegedongan untuk Bhuta Ijo sebagai tempat mengamankan dan menyelamatkan peti pecanangan Pedanda Wawu Rawuh.Kemudian mulai saat itu pura tersebut dinamakan Pura Peti Tenget.
Di sebelah Barat dari Pura Peti Tenget membentang pantai berpasir putih serta sering digunakan tamu untuk mandi dan berjemur. Pada sore hari pemandangannya menjadi begitu mempesona untuk menyaksikan matahari terbenam.
Di sekitar lokasi tersedia areal parkir yang cukup luas, tempat penginapan serta tempat makan dan minum yang cukup banyak dan representatif.

Pura Pucak Tedung 

Terletak di Banjar Kertha Desa Petang sekitar 37 Km dari Kota Denpasar serta berada pada ketinggian 730,77 m dari permukaan laut yang dapat ditempuh sekitar 2 jam dengan jalan santai dari lokasi parkir.

Menurut mitologi menyebutkan bahwa pada saat Dang Hyang Nirartha melakukan perjalanan dari Pulaki menuju Bali bagian Timur, disebutkan beliau beristirahat pada puncak sebuah dataran tinggi di Desa Petang. Pada saat melanjutkan perjalanan tedung (payung) beliau tertinggal di tempat peristirahatan tersebut, maka pucak tersebut dinamakan Pucak Tedung.

Tedung yang ditinggalkan tersebut dilihat oleh masyarakat setempat pada malam harinya bersinar yang mempunyai kekuatan magis sehingga oleh Raja Mengwi yang berkuasa saat itu memerintahkan masyarakat setempat untuk membangun pelinggih berupa meru tumpang tiga sebagai penghormatan terhadap jasa-jasa Dang Hyang Nirartha.

Kawasan luar Pucak Tedung memiliki panorama pemandangan yang sangat indah serta bahwa sejuk, dimana dari tempat tersebut kelihatan pemandangan Bali bagian Timur, Barat serta Selatan. Tempat ini sangat menarik digunakan untuk mencari inspirasi dan kedamaian bagi mereka yang senang melakukan semadi.

Pura Sadha 

Sebuah Pura yang sangat dikenal dengan ukirannya yang rinci dan apik. Berlatar belakang Kerajaan Majapahit,  Pura ini dahulu dimaksudkan sebagai tempat berstananya Ratu Jayengrat yakni seorang Bangsawan yang diceritakan berlayar dari Majapahit kemudian terdampar kandas di atas sebuah Batu karang di desa Kapal saat gelombang pasang masuk sampai ke daerah tersebut.
Pura ini hancur karena gempa bumi hebat yang terjadi pada tahun 1917 dan tidak sempat dipugar hingga tahun 1950.

Candi bentar dan tugu yang  tingginya mencapai 16 meter di halaman bagian dalam Pura tersebut dibangun sesuai arsitektur Jawa,sedangkan candi yang kecil berupa tempat duduk dari batu berjumlah 64 buah yang merupakan tugu leluhur jaman megalitikum untuk mengenang para ksatria yang gugur dalam perang.

Pura Taman Ayun 

Secara arfiah, Taman Ayun berarti Taman yang Indah. Pura ini terletak di Desa Mengwi sekitar 18 kilometer barat laut kota Denpasar dan merupakan salah satu dari pura-pura yang terindah di Bali. Halaman pura ditata sedemikian indah dan dikelilingi kolam ikan yang dibangun tahun 1634 oleh Raja.Mengwi saat itu I Gusti Agung Anom. Dihiasi oleh  meru – meru yang menjulang tinggi dan megah diperuntukkan baik bagi leluhur kerajaan maupun bagi para Dewa yang bestana di Pura-pura lain di Bali.

Pura Taman Ayun adalah Pura lbu (Paibon) bagi kerajaan Mengwi. Setiap 210 hari tepatnya setiap “Selasa Kliwon Medangsia” (Menurut perhitungan tahun Saka) segenap masyarakat Mengwi merayakan piodalan selama beberapa hari memuja Tuhan dengan segala manifestasinya.

Kompleks Pura dibagi menjadi 4 halaman yang berbeda, yang satu lebih tinggi dari yang lainnya. Halaman Pertama disebut dengan Jaba yang bisa dicapai hanya dengan melewati satu-satunya jembatan kolam dan Pintu gerbang. Begitu masuk di sana ada tugu kecil untuk menjaga pintu masuk dan di sebelah kanannya terdapat bangunan luas (wantilan) dimana sering diadakan sabungan ayam saat ada upacara.

Di halaman ini, juga terdapat tugu air mancur yang mengarah ke 9 arah mata angin. Sambil menuju ke halaman berikutnya, di sebelah kanan jalan terdapat sebuah komplek pura kecil dengan nama Pura Luhuring Purnama.

Pura Uluwatu 

Di ujung paling barat semenanjung Bukit, terdapat sebuah Pura Sad Kahyangan sebagai penyangga salah satu darl 9 arah mata angin yakni Pura Luhur Uluwatu. Pura ini dibangun, bertengger persis di atas batu karang yang menjorok ke laut dengan pemandangan yang luar biasa indahnya, terlebih-lebih tatkala Surya mulai redup menurun di ufuk barat.

Pura Uluwatu pertama-tama dipakai sebagai tempat untuk memuja seorang pendeta suci yang datang pada abad ke 11, bernama Empu Kuturan. Beliaulah yang menurunkan ajaran Desa Adat dengan segala peraturan tata tertibnya. Pura tersebut berikutnya juga dipakai untuk pemujaan Pendeta suci berikutnya Dang Hyang Nirartha, yang datang ke Bali di akhir tahun 1550 dan mengakhiri perjalanan sucinya dengan Moksah / Ngeluhur di tempat ini. Selanjutnya dengan kata itu dipakai melengkapi nama Pura yakni Pura Luhur Uluwatu.

Safari Kuda 

Terdapat di Jalan Lestari No. 9X, Banjar Umalas, Kerobokan.  lebih kurang 2,5 kilometer arah barat dari jalan utama Kerobokan.  Dikelola oleh Umalas Stable Horseback Riding.

Safari ini merupakan salah satu bentuk atraksi wisata yang cukup menarik serta menambah keanekaragaman jenis kegiatan kepariwisataan di Kabupaten Badung.

Atraksi ini menawarkan rute perjalanan melintasi alam pedesaan, pematang persawahan dan pesisir pantai.  Safari ini juga bisa digunakan untuk belajar menunggang kuda maupun rekreasi bersama keluarga.  Pengalaman ini mungkin akan menjadi sebuah kenangan indah yang tak akan terlupakan.

Di tempat ini tersedia kendaraan antar jemput, arena latihan berkuda, tenaga pemandu serta ruang ganti pakaian lengkap dengan kamar mandi /WC.

Sangeh 

Sangeh adalah nama sebuah desa yang dibagian utara desanya.ditumbuhi pohon Pala seluas 14 hektar dan dihuni oleh ratusan kera. Pohon pala seperti itu tidak dijumpai di tempat lain di Bali dan keberadaannya di Sangeh ini merupakan misteri. Sebuah pura kecil diselimuti lumut hijau tersembunyi disela-sela hutan pala yang menjulang tinggi itu. Di punggung sebuah tugu pura tersebut di pahat patung Garuda, seekor burung mistik yang di dalam cerita Samudramantana dikisahkan sedang mencari tirta Amerta di dasar samudra, kemudian atas jasanya oleh Betara Wisnu, dihadiahkan seteguk kepadanya, akhirnya Garuda menjadi kendaraan setia Bathara Wisnu.

Legenda lain menceritakan bahwa penghuni hutan tersebut adalah prajurit kera yang kelelahan di dalam pertempuran membunuh Rahwana. Kera-kera itu jatuh bersamaan dengan bungkahan gunung dan hutan yang dipakai menghimpit tubuh Rahwana kemudian menetap di hutan itu.

Cerita lain juga mengatakan bahwa seorang putri kerajaan Mengwi bernama Mayangsari yang sedang kasmaran, gagal bertunangan, akhirnya melarikan diri ke hutan terdekat dan menjadi seorang pertapa.

Di dalam pelariannya itu dia tidak memakai sehelai pakaian pun, sehingga harus memakai rambutnya yang panjang untuk menutupi bagian tubuhnya yang paling terlarang. Dia gagal mewujudkan impiannya dan meninggal secara gaib. Masyarakat setempat percaya, bahwa dewi itu kini menjadi Bethari Mayangsari.

Taman Reftil Indonesia Jaya 

Beberapa kilometer di sebelah utara Pura Taman Ayun, persis di pinggir jalan raya Denpasar – menuju  Bagian Utara Pulau Bali (jalan Raya Bedugul), di Desa Werdhi Buwana, terdapat obyek wisata Taman Buaya Indonesia Jaya.

Taman ini mencakup luas sekitar 2 hektar dengan koleksinya berbagai jenis spesies berbahaya namun jinak seperti komodo, buaya, ular kobra, piton dan jenis kadal lainnya Selain koleksi reptil, Taman ini juga mempertunjukkan Tari Trance Debus yaitu pertunjukan seorang penjinak binatang melawan seekor buaya.

Tanah Wuk 

Tanah Wuk terletak dipinggir lembah sungai Penet yang indah, hanya 1 km di sebelah utara Sangeh. Lokasinya tidak persis dipinggir jalan raya, melainkan agak masuk sekitar 500 meter ke arah barat, tersembunyi di tengah sawah, di pinggir sungai yang sunyi.

Di tempat ini dapat disaksikan keindahan alam lembah ngarai yang hijau dan begitu mempesona dengan situasi yang sangat tenang karena terletak agak jauh dari jalan raya utama, sehingga sangat sesuai digunakan sebagai tempat beristirahat ataupun kegiatan hiking menyusuri lembah ngarai serta aliran sungai “Yeh Penet”

Tanjung Benoa 

Di sebelah utara kawasan Nusa Dua adalah Tanjung Benoa. Terletak di sepanjang pantai yang landai dengan pasirnya yang putih bersih merupakan tempat yang menyenangkan untuk melakukan beraneka olah raga dan rekreasi air, seperti.; snorkling, parasailing, diving, naik boat, berlayar, berselancar, melihat pemandangan bawah laut dengan glass buttom boat dan berbagai kegiatan olah raga air lainnya.

Sebagai bagian dari kawasan Nusa Dua, Tanjung Benoa juga terdapat beberapa hotel berbintang lima dengan fasilitasnya yang megah.

Waka Tangga 

Di Kecamatan Petang ada sebuah gunung yang bernama Puncak Tedung. Dipuncak gunung tersebut terdapat pura yang sudah tua, sehingga di balik kesunyian vibrasi kesucian dan keagungan alam dapat kita rasakan.

Program wisata Waka Tangga akan mengantarkan anda mendaki menyusuri perjalanan yang penuh tantangan menuju Puncak Tedung dengan pemandangan alam yang menakjubkan.

Apabila anda telah melakukakan pendakian gunung yang penuh spirit tersebut, sebenarnya anda telah melakukan perjalanan spiritual.

Water Boom Park 

Terletak di jalan Dewi Sartika, Tuban sekitar 2 km ke arah Utara dari Bandara Ngurah Rai. Kolam renang  dan pertamanan yang ditata asri ini sangat digemari untuk tempat rekreasi keluarga baik oleh wisatawan mancanegara maupun wisatawan lokal, dan dibuka setiap hari mulai pukul 9.00 pagi hingga pukul 6 petang, serta mampu menampung pengunjung sampai 1000 orang.  Kolam renangnya dibagi untuk beberapa jenis kegiatan seperti race track, pleasure pool, lazy river, raft river dan jungle rides.

Di dalam lokasi  ini tersedia fasilitas berupa restaurant, ruang ganti pakaian, petugas penyelamat, lapangan volley pantai, toko souvenir dan arena bermain bagi anak-anak.

Wisata Agro Pelaga 

Pelaga adalah sebuah desa berbukit, terletak sekitar 45 kilometer sebelah utara Denpasar. Sebagai desa paling utara di Kabupaten Badung, Pelaga menawarkan agro wisata yang sangat menarik dengan ekologinya yang indah dan alami. Kegiatan hortikulturnya yang begitu luas serta beraneka ragam seperti sayur-mayur, kopi, panili, jagung dan sebagainya lebih menambah keindahan pemandangan dengan suasana lingkungannya yang asri, nyaman dan segar.   Pasar sapi dadakan sering diadakan oleh masyarakat setempat dan bahkan kontes pejantan pun sering dilakukan dan menjadikan sebuah atraksi yang sangat menarik untuk saksikan.

Keindahan alam kawasan ini telah dikenal sejak jaman dahulu untuk melapaskan kepenatan serta rekreasi bersama keluarga.  Ini terbukti dengan dibangunnya sebuah pesanggrahan oleh pemerintah Hindia Belanda di lokasi ini.  Saat ini keberadaan pesanggrahan ini telah direnovasi oleh Pemerintah Kabupaten Badung.

Desa Pelaga juga menjadi jalur alternatif dari Denpasar menuju Batur dengan melewati Objek Wisata Sangeh, persawahan yang indah, jalan pedesaan yang masih asri. Pelaga juga sangat menarik untuk kegiatan pendakian bukit dengan garis start nya di Pura Penataran Pucak Mangu melewati beberapa pura kecil, sawah, ladang, hutan dan berakhir di Danau Bratan, Bedugul. Pura Penataran Pucak Mangu ini memang sangat menarik karena menyajikan pemandangan perbukitan dan persawahan yang sangat indah dan natural.

Untuk mencapai desa ini dapat dilakukan dengan menggunakan fasiltas kendaraan umum jurusan Denpasar – Pelaga dan di lokasi ini telah tersedia sebuah pesanggrahan yang telah dilengkapi dengan lapangan tennis.

 

Bangli

Gallery Obyek Wisata di Bangli
Bukit Jati 

Tempat ini merupakan perbukitan yang ideal untuk trecking, hiking. Dari atas bukit itu, para tamu dapat melihat areal persawahan bertingkat pada bawah lereng.

Taman Bali Raja 

Taman Narmada Baliraja terletak di Desa Tamanbali Kecamatan Bangli, Kabupaten Daerah Tingkat II Bangli. Untuk mencapai Desa ini dari Kota Bangli ke arah Selatan dengan menempuh jarak 5 km dan dari ibu kota propinsi dapat menempuh melalui jalan utama  Gianyar-Bangli yang berjarak 35 km. . Di Desa Taman Bali ini terdapat sebuah Taman yang merupakan peninggalan Kerajaan Taman Bali. Taman ini dilengkapi kolam dan tempat pemujaan berupa bangunan Pura Kawitan Maha Gotro Tirta Harum Tamanbali sehingga tempat ini dijadikan tempat rekreasi oleh raja Tamanbali. Taman Narmada Baliraja luasnya sekitar 50 are dikelilingi oleh areal persawahan. Kerama subak mendirikan bangunan Pura Subak yang berada di sebelah Barat Pura Kawitan Maha Gotro Tirta Harum Tamanbali. Dari Desa Tamanbali menuju taman ini ada 2 jalan yaitu :
1. Melalui jalan setapak (jalan tanah) ke arah barat yang jaraknya kurang lebih 500 m.
2. Ke arah barat melalui jalan aspal sebelum memasuki dusun Sedawa belok ke arah Selatan, jaraknya kurang lebih 300 m

Kuning Waterfall 

Di bagian selatan sekitar 6 km dari kota Bangli, di Desa Taman Bali terdapat sebuah air terjun. Karena letaknya di Desa Dusun Kuning maka dinamakan air terjun Dusun Kuning. Air terjun ini berada di ketinggian 25 meter diatas permukaan Sungai Melangit yang mengalir ke arah selatan. Lokasi ini dapat dicapai dengan beragam jenis transportasi dan dari desa kecil ini dapat ditempuh dengan berjalan kaki sejauh 500 meter. Daerah yang dingin dengan udara yang sejuk dikombinasi dengan hijaunya dedaunan meningkatkan pesona air terjun alami. Dan tidak jauh dari tempat ini terdapat hutan yang dihuni oleh ratusan kera.

Pura Kehen 

Pura Kehen yang terletak di Desa Cempaga, Bangli, memiliki banyak keunikan. Selain letaknya yang strategis, pada pintu masuk pura tidak menggunakan Candi Bentar seperti pada Pura Kahyangan Jagat umumnya.
Pintu masuk Pura Kehen memang agak berbeda, yakni menggunakan Candi Kurung. Di samping itu, keberadaan Bale Kulkul pada batang pohon Beringin turut memberi warna lain bagi Pura Kehen yang menjadi salah satu objek pariwisata unggulan Kota Bangli.

Selain itu, masyarakat setempat sangat percaya jika patahnya pohon beringin yang terdapat di pura sebagai pertanda grubug (musibah). Hal tersebut disimpulkan dari kejadian-kejadian yang pernah terjadi secara turun temurun.
Tidak hanya itu, letak bagian yang patah juga diyakini sebagai pertanda musibah tersebut akan melanda orang tertentu. Misalnya pada saat raja Bangli meninggal dunia, dahan pohon beringin yang letaknya di Kaja Kangin (Utara-Timur) patah. Kemudian jika ada pendeta yang meninggal, maka dahan pohon beringin sebelah Kaja Kauh (Barat Daya) patah. Sedangkan jika bagian yang patah letaknya Kelod Kangin (Timur Lau) dan Kelod Kauh (Tenggara) maka diyakini akan ada musibah yang menimpa masyarakat.

ECO Wisata 

Obyek wisata ini masih dalam proses pengembangan, dari tempat ini kita dapat menikmati keindahan kota Bangli dan sekitarnya. ECO Tourism bukit Bangli terletak  ± 1 Km dari pusat Kota Bangli, dan dapat di tempuh melalui jalur yang menghubungkan  Kota Bangli dengan obyek wisata Kintamani.

Tempat ini sangat cocok untuk meditasi, karena di dukung oleh Hindu Education Centre .

Rumah Tradisional Penglipuran 

Desa adat Penglipuran berlokasi pada kabupaten Bangli yang berjarak 45 km dari kota Denpasar, Desa adat yang juga menjadi objek wisata ini sangat mudah dilalui. Karena letaknya yang berada di Jalan Utama Kintamani – Bangli.
Desa Penglipuran ini juga tampak begitu asri, keasrian ini dapat kita rasakan begitu memasuki kawasan Desa. Pada areal Catus pata yang merupakan area batas memasuki Desa Adat Penglipuran, disana terdapat Balai Desa, fasilitas masyarakat dan ruang terbuka untuk pertamanan yang merupakan areal selamat datang. Keunggulan dari desa adat penglipuran ini dibandingkan dengan desa-desa lainnya di Bali adalah, Bagian depan rumah serupa dan seragam dari ujung utama desa sampai bagian hilir desa. Desa tersusun sedemikian rapinya yang mana daerah utamanya terletak lebih tinggi dan semakin menurun sampai kedaerah hilir. Selain bentuk depan yang sama, adanya juga keseragaman bentuk dari bahan untuk membuat rumah tersebut. Seperti bahan tanah untuk tembok dan untuk bagian atap terbuat dari penyengker dan bambu untuk bangunan diseluruh desa.

 

Penglipuran heroes monument 

Tugu pahlawan ini di bangun pada tahun 1959, untuk mengenang dan mengingat perjuangan Kapten Anak Agung Muditha dengan pasukannya yang gugur melawan tentara NICA (pasukan Belanda), tugu ini terletak di sebelah selatan Desa Penglipuran dan di bangun di daerah seluas 1,5 h, dengan areal parker  yang cukup luas.

Hutan Bambu 

Hutan bambu ini terletak di Desa Kubu Kabupaten Bangli, sekitar 5 km dari kota Bangli. Disini para pengunjung dapat menemukan berbagai jenis bambu seperti bambu Petung, bambu Talang tetapi juga yang menarik dari kebun ini adalah suara dari pohon bambu saat bersentuhan antara yang satu dengan lainnya ketika diterpa angin.

Desa Pengotan 

Desa yang satu ini memiliki keunikan tersendiri, dari rumah yang masih terbuat dari bambu, dan merupakan masyarakat bali age atau bali mule. Salah satu yang unik dari daerah ini adalah tradisi pernikahannya di lakukan secara bersama di pura penataran agung desa setempat. Selain system pernikahan yang unik ada juga tradisi perang menggunakan pelepah pisang, biasanya di adakan setiap purnama sasih kenem (kira-kira bulan Desember).

Penelokan 

TOURIST RESORT Penelokan terletak di bagian selatan Desa Batur Tengah Kintamani Kecamatan, sekitar 20 km dari kota Bangli atau 63 km dari Denpasar, ibukota Provinsi Bali.
Banyak tamu, domestik atau asing memilih tempat ini sehingga mereka dapat menikmati udara dingin, tapi menyegarkan dari tanah pegunungitam pekan. Tentu saja, sementara mereka merasakan pemandangan yang menakjubkan dari lava hitam pekat dari letusan Gunung Batur ini pada tahun 1917 yang menghancurkan desa sekitarnya.
Batur memiliki pemandangan indah dan merupakan bagian dari Kintamani yang ada di sisi utara Kabupaten Bangli.

Museum Gunung Batur 

Museum ini terletak di areal parkir obyek wisata Penelokan sekitar ± 20 km dari utara Kabupaten Bangli.
Tempat ini juga untuk rekreasi karena di dalam gedung terdiri dari ruang audio visual dan ruang konferensi.
Vulcano Museum Gunung Batur adalah tempat untuk menyimpan informasi sejarah dan pusat untuk ilmuwan seperti:
* Informasi umum untuk geologi
* Informasi untuk vulkanologi
* Dan sebagai obyek wisata

Toya Bungkah 

Toyo bungkah termasuk wilayah Desa Batur terletak di kaki Gunung Batur atau dipinggir Barat Danau Batur yang jaraknya kurang lebih 6 km dari Desa Kedisan, 38 km dari kota Bangli dan 78 km dari kota Denpasar. Toyobungkah merupakan sumber mata air panas alam yang sehari-harinya dimanfaatkan untuk merendam badan karena dianggap dapat menyembuhkan penyakit khususnya penyakit kulit. Airnya ditampung pada suatu kolam kecil yang terletak di sebelah Danau Batur. Karena letak kolam air panas sangat berdekatan dengan Danau Batur, maka pandangan ke arah danau menjadi bebas sehingga dari kejauhan tampak pemandangan yang indah dimana di sebelah Timur Laut Danau Batur kelihatan Desa trunyan yang dikelilingi daerah perbukitan yang menghijau. Disamping pemandangannya yang sangat indah di toyobungkah hawanya sejuk, sehingga tidak mengherankan apabila seorang pujangga dan sastrawan terkenal yaitu Sutan Takdir Ali Syahbana memilih Toyobungkah sebagai tempat untuk mendirikan bangunan yang disebut Balai Seni Toyobungkah yaitu tempat yang dipergunakan untuk menggelar berbagai macam kesenian.

Desa Kedisan 

Merupakan sebuah desa kecil yang di selimuti udara dingin dan menyegarkan. Seiring dengan desa-desa lain seperti Batur, Buahan, Trunyan, dan Songan  mereka di sebut Desa Bintang Danu. Desa Kedisan memiliki galangan kapal sendiri dimana orang bisa menyewa perahu di sana untuk menuju Trunyan.

Trunyan 

Trunyan merupakan suatu tempat yang terdapat di Danau Batur, Kintamani, Bali. Di daerah ini terdapat adat pemakaman yang cukup unik. Warga yang telah meninggal jenasahnya dimakamkan di atas batu besar yang memiliki cekungan 7 buah.

Jenasah hanya dipagari bambu anyam secukupnya. Uniknya setelah berhari – hari walaupun tidak dibalsem, jenasah tersebut tidak menyebarkan bau busuk.

Adat Desa Trunyan mengatur tata cara menguburkan mayat bagi warganya. Di desa ini ada tiga kuburan (sema) yang diperuntukan bagi tiga jenis kematian yang berbeda. Apabila salah seorang warga Trunyan meninggal secara wajar, mayatnya akan ditutupi kain putih, diupacarai, kemudian diletakkan tanpa dikubur di bawah pohon besar bernama Taru Menyan, di sebuah lokasi bernama Sema Wayah. Namun, apabila penyebab kematiannya tidak wajar, seperti karena kecelakaan, bunuh diri, atau dibunuh orang, mayatnya akan diletakan di lokasi yang bernama Sema Bantas. Sedangkan untuk mengubur bayi dan anak kecil, atau warga yang sudah dewasa tetapi belum menikah, akan diletakan di Sema Muda.

Penjelasan mengapa mayat yang menggeletak begitu saja di sema itu tidak menimbulkan bau padahal secara alamiah, tetap terjadi penguraian atas mayat-mayat tersebut ini disebabkan pohon Taru Menyan tersebut, yang bisa mengeluarkan bau harum dan mampu menetralisir bau busuk mayat. Taru berarti pohon, sedang Menyan berarti harum. Pohon Taru Menyan ini, hanya tumbuh di daerah ini. Jadilah Tarumenyan yang kemudian lebih dikenal sebagai Trunyan yang diyakini sebagai asal usul nama desa tersebut.

 

Pura Pancering Jagat 

Pura Pancering Jagat terletak di Desa Trunyan Kecamatan Kintamani. Nama Pura ini berasal dari patung raksasa tingginya 4 meter. Masyarakat setempat menyebutnya “Arca Da Tonta atau Ratu Gede Pusering Jagat”. Upacara di pura ini jatuh pada Purnamaning sasih Kapat sekitar bulan oktober. Dalam beberapa kesempatan Barong Brutuk ditarikan langsung untuk memperingati hari ulang tahun pernikahan antara Ratu Sakti Pancering Jagat, penguasa daerah ini dengan Ratu Ayu Dalem Pingit (Ratu Ayu Dalem Dasar). Pura ini hanya disungsung oleh masysrakat Trunyan saja.

Pura Batur 

Pura Batur yang lebih dikenal dengan Pura Ulun Danu terletak pada ketinggian 900 m di atas permukaan laut tepatnya  di Desa Kalanganyar Kecamatan Kintamani di sebelah Timur jalan raya Denpasar-Singaraja.
Pura ini menghadap ke barat yang dilatarbelakangi Gunung Batur dengan lava hitamnya serta Danau Batur yang membentang jauh di kaki Gunung Batur, melengkapi keindahan alam di sekeliling pura.
Sebelum letaknya yang sekarang ini, Pura Batur terletak di lereng Barat Daya Gunung Batur. Karena letusan dasyat pada tahun 1917 yang telah menghancurkan semuanya, termasuk pura ini kecuali sebuah pelinggih yang tertinggi. Akhirnya berkat inisiatif kepala desa bersama pemuka desa, mereka membawa pelinggih yang masih utuh dan membangun kembali Pura Batur ke tempat yang lebih tinggi yakni pada lokasi saat ini. Upacara di pura ini dirayakan setiap tahun yang dinamakan Ngusaba Kedasa.

Pucak Penulisan 

Pura Puncak Penulisan terletak 1745 dari permukaan laut kira-kira 3 Km dari Kintamani atau 30 Km dari ibukota Bangli, di sebelah timur bagian atas dari jalan Denpasar – singaraja. Berdasarkan lontar Bali Kuno dikatakan bahwa Bukit Penulisan disebut juga Bukit Tunggal karena tempatnya terpisah dari rangkaian pegunungan yang terbentang dari barat ke timur, seolah-olah membagi Bali menjadi dua bagian : Utara dan Selatan.
Sekitar abad ke-9 di atas puncak Bukit Penulisan dibangunlah Pura Tegeh Koripan yang lebih dikenal dengan Pura Pucak Penulisan karena terletak di puncak Bukit Penulisan.
Pura Pucak Penulisan disamping letaknya di atas bukit, tersusun dari beberapa teras sampai sebelas teras.
Teras-teras itu dimaksudkan sebagai kelanjutan dari aspek kebudayaan pyramid jaman megalitik.

Agrowisata Catur Kintamani 

Kawasan ini sangat cocok untuk usaha tani hortikultura terutama jeruk dan kopi. Tapi yang paling menarik bagi wisatawan yang berkunjung ke Catur Agrowisata adalah kopi arabika lahan yang memberi mereka pengalaman yang tak terlupakan.
Agrowisata ini terletak di Desa Catur, hanya 12 km dari objek wisata Kintamani. Daerah ini dipilih untuk menjadi obyek wisata yang  dikembangkan karena suasana yang sangat dingin dan memiliki pemandangan indah nan menakjubkan.

Pura Dalem Balingkang 

Pura Dalem Balingkang, itu terletak di daerah terpencil di sisi utara Danau Batur di bagian timur Bukit Penulisan, sekitar 40 km dari Kota Bangli, tepatnya di Desa Pinggan, Kecamatan Kinatamani. Tempat ini mudah dijangkau dengan kendaraan. Sampai di area parkir, lalu tamu harus berjalan kaki kira-kira 500 meter untuk mencapai Pura. Pura Dalem Balingkang, adalah Pura unik karena adanya ornamen uang kepeng dan interiornya. Pura yang mirip pagoda ini juga dijadikan istana raja oleh keturunan Raja Sri Jaya Pangus. Di bagian tengah terdapat palinggih Ratu Ayu Subandar, didominasi warna merah dan kuning. Dua warna itu khas kelenteng/wihara. Palinggih ini sebagai pemujaan pada Kang Cing Wie. Diyakini membawa berkah. Akulturasi budaya sudah terjadi berabad-abad yang lampau.

Pantunan 

Lembah pantunan yang berlokasi di Kecamatan Tembuku- Bangli, merupakan salah satu potensi wisata yang belum digarap secara maksimal.

Keunggulan yang ditawarkan oleh objek wisata ini adalah keindahan alamnya yakni hamparan persawahan yang ada di dasar sebuah bukit kecil yang keindahannya tidak kalah dengan objek wisata Ceking-Tegallalang, Gianyar.

Pura Pucak Sari 

Terletak di bukit Pulasari di desa Peninjoan, Pura Puncaksari dan desa sekelilingnya beriklim sejuk.Dari atas bukit akan terlihat lembah dan pemandangan alam serta ketika matahari fajar.. se akan-akan keluar dari punggung Gunung Agung

Bukit Demulih 

Bukit Demulih (Demulih Hill) terletak sekitar 3 km dari kota Bangli. Hal ini sekitar 300 meter di atas permukaan laut. Ini adalah lokasi yang baik untuk trekking, terdiri dari bukit dan lembah. Dari puncak bukit, kita bisa menyaksikan pemandangan sawah sekitar.

 

 

Denpasar

Gallery Obyek Wisata
Pantai Sanur  

Pantai Sanur merupakan pantai yang bersejarah karena Pantai ini  merupakan pantai tempat mendaratnya pasukan kerajaan Belanda ketika Belanda menyerang wilayah Badung pada waktu zaman penjajahan

Dikalangan pariwisata, pantai Sanur pertama kali diperkenalkan oleh pelukis dari Belgia bernama A.J. Le Mayeur bersama istrinya Ni Polok yang menetap di Sanur sejak tahun 1937. Pada tahun 1963 geliat pariwisata Sanur semakin terasa dengan didirikannya Hotel Bali Beach (sekarang Inna The Grand Bali Beach yang merupakan hotel pertama kalinya dibangun di Bali. Sampai sekarang kawasan ini masih menjadi salah satu tujuan wisata utama di Kota Denpasar.

Dalam upaya meningkatkan daya tarik kawasan pariwisata Sanur, sejak tahun 2006,  dilaksanakan Sanur Village Festival. Sanur Village Festival adalah suatu event tahunan yang rutin diadakan di Sanur. Event ini diprakarsai oleh komunitas masyarakat Sanur, melalui Yayasan Pembangunan Sanur (YPS) dan dudukung oleh Pemerintah Kota Denpasar.

 

Monumen Perjuangan Rakyat Bali 

Lokasi monumen ini sangat strategis karena terletak di depan Kantor Gubernur Bali,  tepatnya di Lapangan Renon Nitimandala. Kecamatan Denpasar Timur. Monumen dengan luas bangunan 4.900 m2 dan luas tanah 138.830 m2 .ini didirikan untuk mengabadikan semangat perjuangan rakyat  Bali dari masa ke masa dan semangat patriotisme serta  memberi penghormatan kepada para pahlawan. Daya tarik Monumen ini  yaitu bangunannya yang megah dengan arsitektur khas Bali. Monumen dibangun dengan bentuk bajra (genta) yang menjulang tinggi. Secara horizontal, susunan bangunan berbentuk segi empat bujur sangkar simetris dan mengacu pada konsep Tri Mandala, dan secara vertikal, monumen ini juga terbagi menjadi tiga bagian yaitu mengacu pada konsep Tri Angga.

Pada lantai tengah monumen ini terdapat  33 buah unit diorama yang berdemensi 2 x 3 meter yang menggambarkan adegan proses masa ke masa kehidupan orang Bali hingga sejarah sejarah perjuangan rakyat Bali.

 

Museum Bali  

Museum Bali terletak di pusat Kota Denpasar, tepatnya di Jalan Mayor Wisnu, di sebelah timur lapangan Puputan Badung dan di sebelah selatan Pura Jagatnatha. Museum ini merupakan museum tertua di Bali dan merupakan pemicu kehadiran museum-museum lainnya. Berdasarkan atas koleksinya, Museum Bali merupakan museum etnografi yang memiliki dan memamerkan benda-benda budaya dari zaman prasejarah sampai kini yang mnecerminkan seluruh unsur kebudayaan Bali terdiri dari koleksi arkeologi, koleksi historika, koleksi seni rupa dan koleksi etnografika.

Museum Bali yang di bangun pada tahun 1910 menggunakan arsitektur tradisional dengan ornamen yang khas Bali. Struktur fisiknya mengikuti struktur fisik dengan konsep trimanandala yaitu nista mandala/jaba sisi ( bagian luar ), madya mandala /Jaba tengah ( bagian luar sebelum memasuki bagian inti), dan utama mandala/jeroan (bagian inti)

Terdapat tiga bangunan utama untuk memamerkan koleksi museum :

1.      Gedung Karangasem , dengan arsitektur khas Bali Timur untuk memamerkan koleksi Panca Yadnya.

2.      Gedung Denpasar, untuk memamerkan koleksi prasejarah, sejarah dan seni rupa.

3.      Gedung Buleleng , dengan dengan arsitektur gaya Bali Utara untuk memamerkan koleksi kain tradisional.

 

Hutan Mangrove  

Man­grove meru­pakan tum­buhan tro­pis yang komu­ni­tas tum­buh­nya didaerah pasang surut dan sep­a­n­jang garis pan­tai (seperti : tepi pan­tai, muara laguna (danau dip­ing­gir laut) dan tepi sun­gai) yang dipen­garuhi oleh kon­disi pasang surut air laut. Hutan man­grove selain memainkan per­anan pent­ing dan memi­liki beraneka fungsi secara umum seperti melin­dungi pan­tai dari gelom­bang yang tinggi, angin yang ken­cang dan erosi, juga memiliki peranan penting dalam pengembangan pariwisata khususnya ekowisata.

Ekowisata mangrove terletak di Jl. By Pass Ngurah Rai, Kecamatan Denpasar Selatan, dengan jarak tempuh kurang lebih 20 menit ke arah selatan dari pusat Kota Denpasar. Ekowisata ini banyak dikunjungi oleh wisatawan baik domestik maupun mancanegara. Salah satu fasilitas utama di kawasan ini adalah jambatan kayu yang melintasi hutan mangrove dengan panjang ± 1.850 m. Jembatan ini dimanfaatkan bagi wisatawan untuk berkeliling menikmati lingkungan hutan mangrove. Beberapa aktifitas lainnya yang dapat dinikmati antara lain canoing/rafting di sepanjang kawasam, birdwatching dan aktifitas ekowisata lainnya.

 

Taman Budaya (Art Centre)  

Taman Budaya terletak di Jl. Nusa Indah kurang lebih 2 km ke arah timur dari pusat kota Denpasar.  Taman Budaya awalnya merupakan sebuah proyek Pengembangan Pusat Kesenian Bali di Denpasar yang dibentuk pada tahun 1969 bertujuan untuk melestarikan kekayaan seni budaya daerah Bali. Proyek ini merupakan gagasan dari almarhum Prof.Dr. Ida Bagus Mantra, yang kemudian memberikan mandat kepada seorang arsitektur terkemuka ,Ida Bagus Tugur,  untuk membangun kawasan ini .

Desa Kertalangu 

Desa Budaya Kertalangu terletak di Kesiman Kertalangu Denpasar, Desa Budaya Kertalangu adalah salah satu objek dan daya tarik wisata di Kota Denpasar yang memanfaatkan hamparan persawasahan sebagai daya tarik utama. Dengan tersedianya faslitas jogging track sepanjang 4 km, wisatawan dapat menikmati  alam dan aktifitas persawahan di tengah Kota. Wisatawan baik mancanegara maupun domestik tertarik mengunjungi kawasan ini karena disamping dapat menikmati alam persawahan, juga dapat menikmati beberapa aktifitas wisata antara lain : wisata kuliner, memancing, berkuda, spa, wisata belanja (shopping), wisata kerajinan dan wisata budaya. Pengambangan Desa Budaya Kertalangu juga merupakan upaya pengembangan kepariwisataan dan pelestarian pertanian di wilayah Desa Kesiman Kertalangu

Pura Maospait (Tonja) 

Pura Maospahit berlokasi di Banjar Tatasan Kelod Kelurahan Tonja Kecamatan Denpasar Utara. Dari Kota Denpasar Pura ini jaraknya kurang lebih 2 km ke arah timur laut. Dilihat dari karakteristiknya, Pura ini adalah Pura milik keluarga, tergolong sebagai Pura Kawitan. Salah satu daya tarik Pura ini adalah adanya peninggalan arkelogi di dalam Pura. Tinggalan arkeologi di Pura Maospahit Tonja terdiri dari :Meja Batu, Palung Batu, Candi (Prasada) dan Candi Kurung. Tinggalan di Pura ini dapat dikelompokan menjadi dua periodisasi yaitu periode prasejarah (tradisi megalitik) dan periode klasik (sekitar abad 4-15)

Pura Maospait (Grenceng) 

Lokasi pura Maospahit di Banjar Panji Gede Desa Pemecutan Kaja Denpasar Utara. Pura ini dapat dicapai dengan mudah, terletak 50 m di sebelah utara perempatan jalan Thamrin. Pura ini mneghadap ke Barat, terdiri atas 3 halaman yaitu halaman dalam (Jeroan), halaman Tengah (Jaba Tengah) dan halaman luar (Jabaan). Berdasarkan karakteristiknya, Pura ini adalah Pura keluarga dan merupakan pura Kawitan. Tinggalan arkeologi di Pura Maospahit Gerenceng berupa arca terakota (terbuat dari tanah liat) berjumlah empat buah, dan dua buah berupa arca dwarpala ditempatkan ditempatkan di depan pintu pada pelinggih Taksu Manik Galih, dan satu bauh lagi ditempatkan pada pelinggih Taksu Jawa. Peninggalan lain berupa miniatur candi terbuat dari batu bata yang ditempatkan di dalam gedong candi raras Maospahit. Hal lain yang menarik adalah bentuk candi kurung di Pura Maospahit yakni : ramping, terbuat dari batu bata dan hiasannya berupa kombinasi karang goak dan karang tapel. Berdasarkan ragam hias dan bentuknya kedua candi kurung di Maospahit menunjukkan persamaan dengan candi di Jawa Timur. Diperkirakan berasal dari abad 14-15

Pura Blanjong 

Pura Blanjong berlokasi di Banjar Blanjong, Desa Sanur Kauh, Kecamatan Denpasar Selatan. Pura ini terdiri dari dua halaman yaitu halaman dalam (jeroan) dan halaman luar (jabaan). Daya tarik Pura Blanjong salah satunya yaitu keberadaan peninggalan arkeologi yaitu prasasti Blanjong.  Prasasti Blanjong adalah sebuah prasasti yang memuat sejarah tertulis tertua tentang Pulau Bali. Prasasti ini terbuat dari batu padas, berbentuk tiang batu atau pilar dengan ukuran tinggi 1,77 m, garis tengah 0,62 meter. Pada bagian atas berntuk bunga teratai  (lotus). Prasasti ini memakai dua bahasa dan dua huruf sehingga disebut prasasti bilingual yaitu disisi barat laut terdapat enam baris tulisan dengan huruf Pranegari dan menggunakan bahasa Bali Kuno (Kawi) dan di sisi tenggara terdapat tiga belas baris tulisan dengan huruf Bali Kuno dan memakai bahasa Sansekerta. Prasasti ini ditemukan oleh Stutterheim sekitar tahun 1930. Pada prasasti ini disebutkan kata Walidwipa, yang merupakan sebutan untuk Pulau Bali. Prasasti ini bertarikh 913 M, dan dikeluarkan oleh seorang raja Bali yang bernama Sri Kesari Warmadewa

Puri Pemecutan 

Puri ini terletak kurang lebih 200 meter dari Taman Puputan Badung, tepatnya di jalan Thamrin dan juga sangat dekat dengan Pasar Badung/Kumbasari. Keunikan dari Puri Pemecutan ini terletak pada arsitekturnya yang bergaya traditional Bali,  dibangun pada abad ke 16. Hingga saat ini Puri Pemecutan masih menjadi tempat tinggal Sang Raja Ida Cokorda Pemecutan beserta keluarga dan kerabatnya. Selain itu yang menjadikan tempat ini menarik dengan adanya satu set gamelan tradisional dan pemerajan agung sebagai tempat persembahyangan keluarga.

Puri Satria 

Lokasi Puri Satria kurang lebih 300 meter arah utara Lapangan Puputan Badung di jalan Veteran Denpasar. Areal depan Puri digunakan sebagai tempat berjualan aneka jenis binatang peliharaan seperti beraneka jenis burung, ikan, anjing dan lain sebagainya. Tempat persembahyangan keluarga yang luas dan indah tidak hanya digunakan oleh kalangan keluarga Raja, akan tetapi oleh masyarakat di sekeliling Puri. Pada Puri ini juga terdapat sebuah gedung terbuka yang disebut dengan ’Pendopo’ dimana dahulu digunakan sebagai tempat pertemuan para Raja di seluruh Bali.

Pura Jro Kuta 

Puri Jero Kuta lokasinya kurang lebih 300 meter dari pasar tradisional Badung/Kumbasari, dan sekitar 100 meter dari Pura Maospahit, tepatnya di jalan Kumbakarna Denpasar. Puri Jero Kuta memiliki komplek bangunan yang unik seperti : Ancak saji, Semanggen, Ranggi, Pewaregan, Saren Raja, Saren Kangin, Paseban, Pemerajan Agung dan ’Pekandelan’ yang berfungsi sebagai benteng untuk melindungi areal Puri.

Puri Kesiman 

Puri kesiman letaknya sangat dekat dengan Pura Petilan Pengerebongan, tepatnya di jalan WR. Supratman, Desa Kesiman Denpasar Timur. Seperti Puri – Puri lainnya di Bali, keistimewaannya ada pada bangunan yang bercirikan khas Bali sebagai tempat tinggal keluarga raja, demikian pula tempat persembahyangannya.

Pasar Badung 

Pasar Badung merupakan pasar tradisional terbesar di Kota Denpasar. Pasar ini terletak di Jl. Gajah Mada, ± 1 km ke arah barat dari Pusat Kota Denpasar (Patung Catur Muka). Pasar Badung menyediakan berbagai macam kebutuhan, baik itu kebutuhan pokok, makanan tradisional, barang-barang seni khas Bali dan sebagainya. Pasar Badung banyak dikunjungi oleh wisatawan, disamping mereka dapat menyaksikan proses jual beli dari pedagang kepada pembeli yang masih terkesan tradisional dimana terdapat transaksi tawar menawar, adanya tenaga suun (membawa barang dagangan) dan sebagainya, mereka juga dapat menikmati wisata kuliner tradsional dan membeli aneka barang kerajinan khas Bali. Pasar Badung memiliki waktu operasional setiap hari dimana buka dari pagi dini hari hingga larut malam. Bahkan dapat dibilang bahwa pasar ini tidak pernah sepi akan pengunjung karena waktu operasional hampir mencapai 24 jam sehari.

Pasar Kreneng 

Pasar Kreneng merupakan pasar terbesar kedua di Kota Denpasar. Lokasi pasar ini terletak di jalan Kamboja, kira-kira terletak 3 kilometer dari pusat kota Denpasar. Selain sebagai pasar, di tempat ini juga terdapat sebuah terminal sebagai tempat pemberhentian angkutan umum di Kota Denpasar. Keunikan pasar ini adalah pasar ini memiliki dua operasional waktu yang berbeda. Pada pagi hari pasar tradisional Kereneng ini dikenal sebagai pasar yang menjual berbagai macam kebutuhan sehari-hari hingga menjelang sore. Namun pada malam hari pasar ini berubah menjadi pasar malam yang menyediakan berbagai macam makanan khas tradisional Bali dan makanan tradisional dari daerah lainnya yang ada di Indonesia.

Pasar Burung 

Pasar Burung Satria berlokasi di pusat kota Denpasar, tepatnya di jalan Veteran, ± 500 m ke arah utara dari Patung Catur Muka. Letaknya yang terdapat di pusat kota memudahkan pasar ini dijangkau oleh setiap orang. Keunikan dari pasar ini adalah menjual berbagai jenis burung, unggas, ikan, hias dan hewan piaraan lainnya

Pelabuhan Benoa 

Pelabuhan Benoa berjarak 6 km dari puat Kota Denpasar. Merupakan pusat pelayaran baik domestik maupun internasional. Oleh karena itu Pelabuhan Benoa dijadikan Pelabuhan Pariwisata Internasional. Di Pelabuhan Benoa juga sering dilaksanakan lomba Perahu Layar Internasional yang melibatkan peserta-peserta dari seluruh dunia. Dan di areal tersebut terdapat sebuah organisasi yang mengurus tentang olahraga layar yaitu: Bali Internasional YACTH Club. Disamping itu juga, dari pelabuhan ini para Wisatawan dapat berekreasi ke daerah lain seperti: Nusa Lembongan, Lembar (Lombok) dengan menggunakan kapal pesiar seperti Bali Hai Cruise, Bounty Cruise, dan Mabua serta Wakaloka dari Pelabuhan Benoa ke tempat yang dituju.

Patung Catur Muka 

Patung Catur Muka adalah penggambaran Dewa Brahma, Sang Pencipta. Patung ini berdiri di persimpangan jalan di depan kantor Walikota Denpasar. Disebut Catur Muka (Empat Wajah) karena memiliki empat wajah yang menghadap ke empat penjuru mata angin dan didirikan pada tahun 1973. Patung ini dibuat oleh pengerajin yang dipimpin oleh seniman lokal terkenal I Gusti Nyoman Lempad dari Desa Ubud. Patung granit besar setinggi 9 meter memiliki empat wajah yang masing-masing wajah menjaga arah Jalan Surapati, Udayana, Veteran, dan Gajah Mada.

Museum Sidik Jari 

Merupakan museum swasta yang didirikan pada tahun 1994 oleh pemiliknya I Gusti Ngurah Gede Pemecutan. Museum ini menyimpan dan mendokumentasikan karya-karya pribadi I Gusti Ngurah Gede Pemecutan sebagai pelukis Sidik Jari baru berupa karya lukis maupun karya seni. Ciri khas Lukisan Sidik Jari yaitu cara melukisnya dengan mempergunakan ujung jari yang diisi dengan beraneka ragam cat air sesuai dengan imajinasi dan hasilnya tertuang dalam bentuk suatu lukisan.
Bangunan sebagai kelengkapan museum ini terdapat ruang pameran termasuk perpustakaan, studio kerja, wantilan untuk mengadakan kegiatan kesenian, panggung terbuka mengadakan pementasan seni tari dan Iain-lain. Lokasi museum ini sangat strategis di Jl. Hayam Wuruk No. 175, Tanjung Bungkak Kecamatan Denpasar Timur dan terjangkau oleh kendaraan umum maupun kendaraan pribadi. Bagi para pengunjung yang ingin ke kawasan wisata Sanur, lokasi ini hanya ditempuh kurang lebih 15 menit dari Museum Sidik Jari. Kegiatan Museum Lukisan Sidik Jari dimulai tiap hari kerja kecuali hari libur jam 09.00 – 16.00 Wita.

Taman  Puputan Badung 

Taman Puputan ini adalah sebuah lapangan terbuka terdapat sebuah monumen yang menggambarkan tentang perang Puputan terletak di jalan Surapati, Denpasar. Monumen ini terdiri dari ayah, ibu dan dua orang dua anak kecil sambil membawa keris dan bambu yang bersiap untuk menyerang, melindungi dan bertempur sampai titik darah penghabisan.

Padang Galak 

Padang Galak merupakan kelanjutan dari daerah pantai Sanur ke utara. Berbeda dengan kawasan pantai Sanur, Padang Galak menawarkan gelombang besar dan pasir hitam mengkilap. Karena Memiliki gelombang yang cukup besar sehingga menjadi  tempat yang cocok untuk  kegiatan olahraga air. Bagi Umat Hindu di  Bali pantai ini digunakan untuk upacara keagamaan, Seperti upacara Melasti  (menyucikan barang- barang sacral di pura)

Pasar Kumbasari 

Pasar Kumbasari adalah sebuah pasar Tradisional yang terletak di Kota Denpasar, pasar ini dahulunya merupakan sebuah pusat perdagangan yang cukup terkenal, beraneka ragam barang diperdagangkan disini mulai dari kebutuhan sehari-hari sampai dengan barang -barang kerajinan. Saat ini Pasar Kumbasari masih bertahan dari serbuan Mall yang mulai menjamur di Kota Denpasar.

Museum Le Mayuer 

Satu lagi tercatat nama pelukis asing yang menghabiskan masa hidupnya di Bali, Le Mayeur, selain nama besar Antonio De Blanco. Nah, pelukis Le Mayeur ini adalah pelukis asal Belgia yang pada tahun 1932 pindah ke bali.Nama Lengkapnya yakni Adrien Jean Le Mayeur. Mungkin karena kecintaannya terhadap Bali, lalu Beliau mendirikan rumah di pinggir pantai sanur dengan style Bali juga.

Pantai Sindu 

Pantai  Sindu terletak di Area sanur,Denpasar . Di areal pantai ini ketenangan dan kenyamanan adalah prioritas utama. Bagi yang suka menikmati matahari terbit (sunrise) maka pantai sindu adalah tempat yang sangat tepat.

Puri Satria 

Puri Satria terletak di Jl. Veteran tepat di jantung kota Denpasar di dalamnya terdapat Pemerajan Agung Puri Satria yang digunakan sebagai tempat persembahyangan bagi keluarga puri dan masyarakat sekitarnya dimana juga sering dipentaskan hiburan berupa tari tradisional baik bagi masyarakat ataupun pada saat-saat tertentu juga diperuntukkan bagi wisatawan dibagian depan dari lokasi tersebut, dan didepan Puri Satria terdapat pasar Burung juga salah satu obyek wisata yang seiring dan ramai dikunjungi oleh para pemelihara dan penggemar burung. Puri Satria sendiri adalah bangunan dengan arsitektur yang khas. Bangunan tersebut berupa pendopo dan ruang pertemuan raja-raja se-Bali. Puri Satria sendiri berada dekat objek-objek lain seperti : Museum Bali, Pura Agung Jagatnatha sekitar kurang iebih 200 meter.

Pasar Sanglah 

Pasar Sanglah ini terletak di Jl. Waturenggong Denpasar dan kurang lebih 2,5 Km dari pusat Kota Denpasar serta mudah dijangkau oleh kendaraan pribadi maupun kendaraan umum. Pasar Sanglah ini juga termasuk Pasar Tradisional yang seperti kebanyakan Pasar Tradisional lainnya menjual berbagai macam kebutuhan sehari-hari. Pasar Sanglah ini berdekatan dengan Rumah Sakit Umum Sanglah dan beberapa Pasar Swalayan, serta lembaga pendidikan. Kegiatan pasar ini dimulai pukul 06.00 pagi sampai sore hari.

Pura Jagatnatha 

Pura Agung Jagatnatha sebagai tempat suci keagamaan terletak di jalan Mayor Wisnu di pusat Kota Denpasar, Letaknya yang sangat strategis berdekatan dengan obyek wisata City Tour lainnya dan cukup menarik minat wisatawan untuk mengunjungi terutama ciri khas bangunan Padmasana yang menjulang tinggi. Bagi umat Hindu banyak bersembahyang di pura ini terutama pada saat hari-hari besar keagamaan umat Hindu seperti : Hari Raya Saraswati, Siwaratri, Galungan, Kuningan, Purnama dan bulan mati serta hari-hari lainnya. Pura Agung Jagatnatha dapat dijangkau dengan kendaraan umum dari stasiun-stasiun angkutan kota selama kurang lebih 20 menit baik dari Terminal Kreneng dan Tegal.

Pura Petilan Pengerebongan 

Pura ini sangat terkenal dengan upacara Ngerebong yaitu suatu upacara keagamaan dengan berputar mengitari wantilan yang diikuti oleh berbagai Parade barong dan Rangda sambil Ngurek (menusukkan keris ke tubuh). Tabuh Rah yang dilaksanakan di wantilan berupa sabungan ayam. Upacara ini biasanya dilaksanakan 210 hari. Pura ini berada di Desa Adat Kesiman Petilan Kecamatan Denpasar Timur 5 km dari Kota Denpasar menuju arah timur. Untuk mencapai lokasi tersebut sangat mudah yaitu dengan menggunakan angkutan kota.

Pura Sakenan 

Pura Sakenan yang didirikan pada abad ke-11 oleh Danghyang Dwijendra (berdasarkan Lontar Usana Dewa) berlokasi di Pulau Serangan yang merupakan wilayah Kelurahan Serangan. Untuk mencapai lokasi Pura Sakenan dapat dilakukan dengan perahu (motor boat) sambil menyeberangi lautan melalui sela-sela hutan bakau kurang lebih 20 menit atau dapat mempergunakan kendaraan dan langsung parkir di areal pura tersebut. Daya tarik yang ada di Pura Serangan adalah  terdapat pura-pura utama seperti : Pura Sakenan, Pura Susunan Wadon, dan Pura Dalem Cemara. Pura Serangan banyak dikunjungi oleh Wisatawan dan umat Hindu terutama pada saat Hari Raya Kuningan dan sehari setelahnya (Manis Kuningan). Dari Pulau Serangan ini kita bisa melihat keindahan Selat Tanjung Benoa dan bayangan Pulau Nusa Penida yang merupakan wilayah Kabuapten Klungkung.

 

Gianyar

Gallery Obyek Wisata
Bukit Jati 

Bukit jati awalnya merupakan tempat persembahyangan bagi umat hindu yang ada di sekitarnya tetapi seiring perkembangan wisata yang terjadi maka dibangun gedung sebagai tempat pementasan kesenian diantaranya : pementasan tari-tarian, tabuh, pementasan bela diri dan lain-lain. Di sini juga ada wantilan sebagai tempat bagi para wisatawan untuk melepas lelah. Kesegaran tempat yang dikelilingi pemandangan hijau akan membuat anda betah lama-lama berada disini. Kawasan yang terletak ± 2 km ke timur dari kota gianyar ini

Salah satu tempat wisata yang menarik di Kecamatan Gianyar adalah Kolam Renang Bukit Jati. Kolam renang ini terletak di kaki Bukit Jati yang berada di Lingkungan Samplangan pinggiran timur kota Gianyar. Walaupun berukuran kecil, air di kolam renang ini demikian jernih karena bersumber langsung dari mata air pegunungan.

Pantai Lebih 

Pantai ini terletak di kawasan selatan gianyar, menawarkan keindahannya, dari pantai ini bisa melihat gambaran bentuk pulau Lombok dari barat karena pantai ini dibatasi oleh pulau Lombok pada bagian timurnya, apabila kita berada dipantai ini dan melihat ke selatan maka kita juga bisa melihat bentuk pulau Nusa Penida karena pantai lebih ini pada bagian selatannya dibatasi oleh pulau Nusa Penida. Selain karena keindahan pantainya, bagi para wisatawan yang ingin menikmati sate languan, disinilah tempatnya. Disediakan banyak warung-warung lesehan yang berderetan dari barat sampai timur kawasan pantai lebih ini. Pantai ini juga diperuntukan bagi umat Hindu untuk melaksanakan upacara nangluk merana dan melis .

Desa Sidan 

Obyek Wisata Alam Sidan terletak di Desa Sidan Kecamatan Gianyar Kabupaten Gianyar, tepatnya 4 Km, dari Kota Gianyar ke arah Kota Bangli dan 31 Km. Dari Kota Denpasar. Konon Desa Sidan ( Kerajaan Sidan ) berada di Dusun Pegesangan ( kurang lebih 1 km. di sebelah Selatan Desa Sidan sekarang ) dan karena sesuatu hal maka kerajaan tersebut dipindahkan ( kekisidan ) ke Utara, yang sampai saat ini dikenal dengan nama Desa Sidan. Secara alami Desa Sidan memang memiliki panorama yang sangat indah, karena berada di areal bebukitan yang lepas pandang. Disamping alamnya Desa Sidan juga memiliki beraneka ragam obyek wisata, baik yang berupa peninggalan purbakala.

Taman Kota Gianyar 

Taman kota Gianyar terletak disebelah barat kantor bupati gianyar, tempat yang berdirikan patung kokoh raksasa dan kuda ini tak hanya asal asalan tetapi berdirinya patung ini mempunyai suatu sejarah.( Cerita pendek dari sejarah patung ini adalah dimana raksasa ini adalah wujud samara dari rahwana yang menculik dewi shita) Tempat ini biasanya digunakan sebagai tempat rekreasi keluarga khususnya pada sore hari. Tempat yang sangat sejuk yang banyak ditumbuhi tumbuhan hijau ini menawarkan kesejukan. Tempat yang sangat eksotik karena berada di tengah tengah kota gianyar, di tengah hiruk pikuk kendaraan yang berada di kota ini.

Pasar Senggol Gianyar 

Pasar Senggol Gianyar ini adalah salah satu alternatif bagi wisatawan untuk berwisata kuliner , pasar malam ini sangat potensial menyediakan jajanan pasar yang khas daerah Gianyar, bagi anda yang ingin membeli oleh-oleh makanan khas Gianyar , tempat inilah pilihannya.

Bali Safari & Marine Park 

Taman safari ini terletak di Desa Serongga, Kecamatan Gianyar. Disana terdapat bermacam macam jenis binatang, mulai dari yang paling buas sampai yang paling jinak, juga ditangkar binatang binatang langka yang hampir punah seperti Harimau Putih, dan juga tersedia tempat bermain untuk anak anak dan juga restaurant. bila kita ingin mengelilingi tempat itu, disana sudah tersedia kendaraan beserta supirnya yang siap mengantar untuk berkeliling dan menikmati suasana alam yang layaknya seperti suaka alam hutan alami. Semua binatang binatang disana dilepas bebas seperti di alam liar.
Obyek wisata ini sangat menyenangkan untuk keluarga.Berbagai hewan terdapat di obyek ini dengan berbagai tingkahnya yang lucu. Tempat ini berada kurang lebih 3 Km kearah selatan Kota Gianyar berimpitan dengan Pantai Lebih.

Puri Gianyar 

Puri Gianyar dibangun pada abad ke 18, puri ini dirawat dan dijaga oleh anggota keluarga kerajaan Gianyar. Istana ini telah beberapa kali mengalami kerusakan namun jika masyarakat ingin melihat contoh yang bagus dari arsitektur istana tradisional di sinilah tempatnya.Namun sampai saat ini wisatawan belum begitu bebas untuk memasuki areal puri.

Pantai Siyut 

Bagi remaja yang ingin menyalurkan hobi mereka bersepeda motor trail sambil berlomba disinilah tempatnya,karena tersedia lokasi yang sangat menantang untuk balapan sepeda motor. Selain itu panorama pantai Siyut ini juga sangat bagus karena kita bisa melihat deburan ombak samudera indonesia dari pantai ini.Lokasi pantai ini berada di sebelah timur pantai lebih.

Pura Dhurga Kutri 

Arca Durga ini sebenarnya terdapat di puncak sebuah bukit kecil di Pura Kedarman, di Desa Buruan, Kutri, Kecamatan Blahbatuh, Kabupaten Daerah Tingkat II Gianyar. Di sini terdapat tiga buah pura menjadi satu komplek, yang dapat dikunjungi dengan mudah, karena terletak di pinggir jalan raya Denpasar-Gianyar.

Relief Yeh Pulu 

Relief tua pura yeh pulu terletak di sebelah tenggara desa bedulu, de kelilingi oleh sawah sawah, panjang relief ini ada kira kira 25 meter dan dengan tinggi 2 meter. Dan ini merupakan relief terpanjang di bali. Relief ini sudah tidak kelihatan seperti aslinya karena umurnya yang sudah tua, relief ini memanjang dari utara ke selatan dan di ujungnya terdapat tempat untuk bermeditasi, tempat meditasi dan relief relief tersebut di hiasi dengan pinggiran pahatan ganesha. Sepanjang relief pahatan pahatan yang terlihat adalah, orang yang sedang mengangkat tangan seperti menyembah, orang yang sedang mengendrai kuda, diperkirakan relief ini di buat pada abad ke 15.

Relief ini terletak di Desa Bedulu tepatnya diareal persawahan yang berjarak 300 meter disebelah timur Dusun Batulumbang dan kurang lebih 26 km dari Denpasar.

Pantai Saba 

Kawasan pantai ini terletak kurang lebih 4 km dari pusat pemerintahan Kec.Blahbatuh kearah selatan , sepanjang kawasan pantai ini banyak terdapat fasilitas akomodasi pariwisata berupa pondok wisata dan Hotel berbintang selain pemukiman penduduk. Kawasan ini juga banyak dikunjungi wisatawan mancanegara karena di lokasi inilah wisatawan dapat menikmati olah raga berkuda yang sangat menarik karena wisatawan dapat menikmati udara pantai sambil berkuda.

Candi  Tebing Tegal Linggah 

Dalam waktu beberapa tahun yang lalu telah ditemukan oleh Suaka Peninggalan Sejarah dan Purbakala Bali sekelompok peninggalan-peninggalan purbakala berupa candi tebing di Dusun/Br.Tegallinggah Desa Bedulu Blahbatuh Gianyar. Peninggalan purbakala berupa candi tebing ini diketemukan oleh Krijgsman seorang Archcolog Bangsa Belanda, sewaktu melakukan penggalian penyelidikan terhadap sebuah bangunan kecil yang dipahatkan di batu padas di tebing yang curam dari lembah Sungai Pakerisan.
Untuk berkunjung ke obyek wisata Candi Tebing ini dapat ditempuh melalui jalan jurusan Denpasar-Gianyar, dimana di sebelah bara Pompa Bensin Semebaung belok ke kanan terdapat petunjuk menuju ke Obyek Wisata Candi Tebing Tegallinggah . Jarak dari Denpasar +/- 24 km dan dari Gianyar +/- 3 km. Bangunan yang ditemukan oleh Krijgsman berupa candi gapura masuk ke suatu goa yang telah tertimbun oleh tanah.

Museum Arkeologi 

Museum ini terletak di desa bedulu kecamatan Blahbatuh gianyar, di dalam museum ini terdapat koleksi koleksi peninggalan purbakala dari jaman peralihan berkembangan manusia pada kebudayaan Hindu – Buddha Bali Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur. Koleksi dari museum ini dibagi menjadi dua group yaitu era sebelum masehi dan era sesudah masehi, yang dimulai dari abad ke 8 sampai abad ke 15.Museum ini terletak di Jalan Raya Tampaksiring, namun masih berada di Desa Bedulu.

Aloevera Bali 

Di Kecamatan Blahbatuh tepatnya di Br.Tengah Bonbiyu, Desa Saba terdapat suatu area perkebunan lidah buaya yang sangat luas dan berkualitas tinggi. Bagi anda yang ingin melihat alternative lain dari obyek wisata budaya yang sudah ada dan mengakar di bali tempat inilah salah satu nya untuk dikunjungi.Karena disini juga terdapat pabrik pengolahan lidah buaya menjadi gel dengan memanfaatkan tenaga local .

Goa Gajah 

Pura Goa Gajah berlokasi di sebelah barat dari desa bedulu dan kira kira 6 km dari ubud. Disana terdapat pura dan goa juga air suci. Estimologi dari goa gajah di ambil dari kata Lwa Gajah, sebuah nama yang ditulis oleh Mpu Prapanca di dalam Lontar Negara Kertagama tahun 1365 sesudah masehi. Di dalam goa terdapat patung ganesha sebagai symbol dari ilmu pengetahuan. Di dalam tembok tembok gua terdapat tempat untuk para pertapa untuk bermeditasi. Bersuber pada tulisan pada tembok mulut timur goa, kata Kumon dan Sahyangsa di prediksikan bahwa goa gajah di dirikan pada abad ke 11. jika dilihat dari susunan artifak artifaknya pada pura goa gajah di simpulkan bahwa pura goa gajah adalah pura hindu. ( Lingga, aliran air, dengan patung malaikat ) dan juga patung budha, juga mencerminkan bahwa goa Gajah merupakan peninggalan siwa budha.

Pura  Samuan Tiga 

Tempat ini adalah salah satu peninggalan sejarah yang ada di Kabupaten Gianyar, keberadaan pura ini di mulai dari dipilihnya tempat ini sebagai tempat pertemuan setelah terjadinya pertikaian antar sekte keagamaan yang ada di Bali pada waktu pemerintahan Raja Udayana dan permaisuri Putri Mahendradatta dimana pertemuan tersebut diprakarsai oleh Mpu Kuturan. Dalam persamuan antar sekte tersebut diambil kesepakatan soal leburnya paham sekte-sekte, sehingga disepakati pemujaan hanya terhadap tiga dewa yang disebut Batara Tri Murti yaitu Brahma,Wisnu dan Siwa, dari pertemuan di tempat ini juga muncul Konsep Kahyangan Tiga ( Pura Desa, Pura Puseh, Pura Dalem ) lokasi pura ini berada sekitar 200 m dari persimpangan Bedulu kearah timur, dari peristiwa tersebut diataslah pada abad ke 11 kemungkinan mengacu nama untuk pura ini. Di Pura Ini pada saat piodalan diadakan suatu ritual agama yang sangat menarik dan unik yakni ritual bernama “ Mesiat Sampian “ keunikan ritual ini bisa dilihat pada piodalan pura pada waktu Purnama Jehsta ( Kesebelas ).

Pantai Masceti 

Pantai Masceti adalah salah satu dari tiga obyek wisata pantai yang ada di wilayah Kecamatan Blahbatuh,tepatnya di Desa Medahan – Keramas kawasan ini memiliki daya tarik yang khusus karena di kawasan pantai ini sangat baik untuk melaksanakan wisata spiritual atau mencari keheningan jiwa ,di tepi utara pantai terdapat areal Pura yang sangat disucikan oleh masyarakat sekitar karena di tempat suci tersebutlah masyarakat biasanya melaksanakan upacara untuk memohon kemakmuran serta melaksanakan upacara agama lainnya.

Pantai Cucukan 

Kawasan pantai ini terletak di sebelah Timur dari pantai masceti , pantai ini sangat bagus untuk melakukan atraksi wisata pantai surfing, selain kawasan untuk melihat deburan ombak Samudera Indonesia. Pada kawasan pantai ini juga banyak terdapat villa peristirahatan.

Bali Bird Park 

Taman Burung Citra Bali International di Desa Singapadu, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Daerah Tingkat II Gianyar, lebih kurang 12 Km dari Kota Denpasar. Di tempat ini para wisatawan dapat melihat beragam jenis burung baik burung asli Pulau Bali, seluruh Indonesia maupun burung dari Mancanegara.

Bali Zoo Park 

Singa Afrika, Rusa, Kijang, Onta, Iguana, Binturong dan masih banyak lagi jenis satwa langka yang dapat Anda temui di Bali Zoo Park. Dilengkapi dengan taman tropis yang asri dan alami, kebun binatang ini dapat dicapai 10 menit dari Pasar Seni Sukawati.

Rimba Reftil Singapadu 

Setelah berdirinya Taman Burung Citra Bali International, berselang beberapa saat kemudian di sebelah utara Taman Burung ini berdiri lagi sebuah tempat rekreasi untuk para wisatawan yaitu Rimba Reftil. Rimba Reftil ini memiliki/memelihara beraneka reftilia dari seluruh dunia. Bagi para wisatawan yang menyukai berlibur di dalam habitat reftilia sangatlah tepat bila mendatangi tempat ini. Disamping dapat menyaksikan reftilia secara total, keselamatan diri juga terjamin dari gigitan reftilia yang kita ketahui sebagian besar berbisa.

Pantai Secret Ketewel 

Dikalangan peselancar, nama pantai Secret tentu bukanlah nama yang asing lagi apalagi rahasia seperti namanya. Pantai yang terletak di pinggir jalan by pass Tohpati – Kusamba, Desa Ketewel, Kabupaten Gianyar ini banyak diburu para peselancar baik dalam ataupun mancanegara. “Pantai ini dinamakan Pantai Secret mengingat dulunya tidak ada seorangpun yang mengetahui potensi ombak pantai ini, yang baik dipergunakan sebagai tempat surfing. Serang peselancar asal Sanur menemukan pantai Secret. Di tahun 1988, bersama dua orang peselancar dari Kuta rekannya, Mereka memberanikan diri untuk menjajal ombak di pantai tersebut.

Pasar Seni Sukawati 

Pasar Seni Sukawati adalah salah satu alternatif tempat belanja yang murah dan lengkap di kabupaten Gianyar. Disana di jual berbagai macam kerajinan seperti patung-patung, lukisan, tas, dompet, payung, sandal dan berbagai macam barang kerajinan seni lainnya. Pasar seni Sukawati terletak di desa Sukawati Kecamatan Sukawati, Gianyar Bali.
Pasar Seni Guwang adalah pasar seni tradisional yang sama juga seperti pasar seni sukawati , barang-barang hasil seni dan kerajinan yang dijual pun sama hanya tempat yang berbeda, hampir sebagian besar pedagang di Pasar Seni Sukawati membuka usaha di Pasar Seni Guwang ini. Jadi sarung pantai, kaos, sandal, dan tas produksi Bali bisa juga diperoleh di tempat ini.

Air Terjun Tegenungan 

Dengan semakin meningkatnya kunjungan wisatawan yang datang ke Pulau Bali khususnya ke Kabupaten Gianyar, pelaku kepariwisataan harus mampu menyediakan dan mengembangkan bermacam–macam atraksi yang diperlukan untuk konsumsi para wisatawan, terutama wisatawan mancanegara.Untuk mengantisipasi hal itu kini di tepatnya di lembah Air Terjun Tegenungan, Kemenuh pernah berdiri Bungge Jumping, yaitu tempat atraksi bagi wisatawan yang senang terjun dari ketinggian kurang lebih 50 meter, namun atraksi wisata tersebut saat ini sudah tidak beroperasi lagi tinggal sekarang panorama air terjun menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan nusantara dan mancanegara.

Tari Barong Batubulan 

Lokasi Desa Batubulan sangat strategis, karena merupakan pintu gerbang ujung Barat Kabupaten Daerah Tingkat II Gianyar dan sekaligus sebagai terminal yang menghubungkan Kota Denpasar dengan wilayah Bali Timur. Desa Batubulan terletak pada jalur Denpasar-Gianyar kira-kira 10 km dari Denpasar dan 21 km dari Gianyar. Lokasi ini sangat strategis, mudah dapat dicapai dengan mobil atau sepeda motor.

Museum  Rudana 

Museum yang berlokasi di Teges ini merupakan museum yang besar dan mengesankan memiliki koleksi lukisan tradisional yang menarik antara lain lukisan karya I Gusti Nyoman Lempad, dan juga lukisan modern antara lain karya Affandi. Museum ini juga memiliki lukisan untuk dijual.

Desa Petulu 

Di desa Petulu Ubud hal yang paling menarik disana adalah habitat burung bangaunya, Ribuan burung putih dengan leher panjang ini hidup di pepohonan sepanjang daerah desa petulu. Setiap hari burung burung ini mengepakkan sayapnya terbang keluar desa petulu. Tetapi pada sore hari desa petulu adalah tempat yang bagus untuk berteduh, dan waktu yang paling baik untuk berkunjung kesana adalah pada sore hari karena semua burung bangau itu akan kembali ke sarangnya. Keberhasilan desa petulu dalam menjaga kelestarian habitat burung bangau ini membuat pemerintah menganugrahkan piala kalpataru untuk desa ini. Desa ini terletak 5 km di sebelah utara Ubud.

Museum Puri Lukisan 

Museum ini didirikan pada pertengahan tahun 1950-an yang memiliki koleksi lukisan terbaik yang berasal dari berbagai sekolah seni di Bali. Perubahan aliran seni lukis Bali dari corak tradisional menjadi modern pertama kali muncul di Ubud dimana para seniman lukis Ubud mempelopori penggunaan alat-alat lukis modern dan mulai melukis obyek yang merupakan kehidupan sehari-hari masyarakat Bali. Seniman Rudolf Bonnet memiliki peranan besar dalam perubahan corak lukisan Bali ini.Dia kemudian ikut membantu pendirian museum ini pada tahun 1973.

Monkey Forest Ubud 

Diantara Desa Padang Tegal dan Nyuh Kuning, Kecamatan Ubud, Kabupaten Daerah Tingkat II Gianyar, tepatnya 26 km dari Kota Denpasar, terdapat sebuah hutan kecil yang dihuni oleh ratusan Kera Bali yang cukup jinak dan dapat diajak bermain – main disaat para wisatawan menikmati liburan di kawasan Wisata Ubud, Gianyar Bali.
Selain tempat hidupnya kera Bali, hutan tersebut juga merupakan Kuburan Desa, yang sudah barang tentu di sebelahnya berdiri sebuah pura. Jadi sangatlah lengkap bila para wisatawan mendatangi tempat ini, maksudnya selain bermain dengan kera, wisatawan juga dapat melihat kuburan Bali dan pura dengan arsitektur Balinya. Dan bila tepat waktu sesekali dapat menyaksikan lengkap dengan upacara di pura (odalan) maupun upacara pembakaran mayat (ngaben).

Museum Neka 

Museum Neka didirikan oleh Suteja Neka, seorang kolektor seni Bali, pada tahun 1975.Museum ini memiliki koleksi seni yang sangat bagus dan beragam yang dipertunjukkan kepada pengunjung secara apik. Museum Neka adalah tempat terbaik untuk mempelajari perkembangan seni lukis Bali.Museum ini memiliki beberapa ruangan antara lain ruangan yang memamerkan lukisan karya seniman local yang banyak dipengaruhi oleh kesenian wayang kulit.Pada bagian lain museum terdapat koleksi lukisan dari para seniman muda dari berbagai sekolah seni di Bali. Sedangkan di pavilliun Lempad dipamerkan berbagai lukisan karya seniman I Gusti Nyoman Lempad.

Museum  Seni Agung Rai 

Museum yang masih baru ini memiliki dua buah bangunan besar yang berisi karya seni milik Agung Rai. Ada baiknya mengunjungi museum ini pada sore hari karena setelah menyaksikan koleksi museum pengunjung dapat makan malam di kafe yang terdapat di museum dan dilanjutkan dengan menonton pertunjukkan tari tradisional yang dipentaskan di dalam kompleks museum.

Museum Pendet 

Museum ini berada di Desa Nyuh Kuning Mas, di museum ini terdapat berbagai aliran dan hasil dari pematung dan pelukis terkenal asal Bali khususnya Gianyar

Museum Antonio Blanco 

Museum ini dimiliki dan didirikan oleh maestro pelukis terkenal dunia berasal dari Spanyol yang sudah tinggal di Ubud Bali, meskipun sang maestro telah meninggal dunia , namun pengelolaan museum masih di lanjutkan oleh putra nya yang juga seorang pelukis yaitu Mario Blanko

Pura Mangening 

Di lingkungan Pura ini terdapat Lingga-Yoni dan arca-arca kuno yang telah rusak, sehingga tidak dapat diketahui lagi dengan pasti. Disamping itu terdapat juga sisa-sisa bangunan kuno antara lain : bekas ambang pintu.Pura ini berjarak 15 km dari kota gianyar dan 37 km dari denpasar. Pura ini terletak tidak jauh di sebelah Utara lingkungan Pura Gunung Kawi Tampaksiring
Biasanya untuk sampai ke Pura ini para wisatawan mancanegara melalui jalan setapak menuju lingkungan Pura Gunung Kawi di tepi sungai Pakerisan.
Temuan Purbakala dari pura Mangening ini berupa bekas ambang pintu maka Suaka Sejarah dan Purbakala Bali mulai melakukan pengamatan di lapangan yang kemudian disusul dengan penggalian penyelamatan.

Pura Pagulingan 

Di lingkungan Pura Pegulingan ini terdapat sisa-sisa bangunan berupa sebuah stupa besar yang kakinya berbentuk segi delapan. Lokasi Lingkungan Pura Pegulingan terletak di Desa Basang Ambu Desa Manukaya Kecamatan Tampaksiring, tidak jauh di sebelah timur lingkungan Pura Tirta Empul Tampiksiring, serta dekat dengan jalan jurusan Kintamani. Lokasi ini juga ditempuh dari kota Gianyar akan mencapai 10 Km dan bila dari kota Denpasar jaraknya kurang lebih 38 Km.
Pemandangan di Lingkungan ini sangat indah dan Istana Presiden Tampaksiring juga kelihatan indah, serta tempatnyapun sangat strategis sehingga banyak wisatawan yang mengunjungi tempat ini.Lingkungan pura ini baru diketemukan kembali pada tahun 1983 berkat bantuan dari pamong desa setempat. Pengamatan dan penggalian penyelamatan yang dilakukan oleh Suaka Peninggalan Sejarah dan Purbakala Bali berhasil menemukan sisa-sisa bangunan berupa stupa besar yang kakinya berbentuk segi delapan. Temuan lainnya yang sangat penting ialah sejumlah materi tanah liat yang memuat mantra Agama Budha.

Istana Presiden Tampak Siring 

Sebagai Istana Presiden yang kini berusia 46 tahun, Tampaksiring setidaknya didukung empat bangunan utama. Tiga di antaranya berupa wisma, masing-masing Wisma Merdeka seluas 1.200 m², Wisma Bima (2.000 m²), dan Wisma Yudhistira. Satu lainnya adalah bangunan serba guna.
Istana Tampaksiring adalah salah satu peninggalan monumental Presiden pertama RI, Soekarno. Gagasannya menjadikan Tampaksiring yang berhawa sejak sebagai Istana Presiden, meluncur tahun 1957. Penataan kawasan pun langsung dimulai saat itu. Namun, karena harus dikerjakan secara bertahap, bangunan seluruhnya baru rampung tujuh tahun kemudian, 1963.
Wisma Merdeka dan Wisma Yudhistira adalah bangunan pertama yang langsung rampung pembangunannya tahun 1957. Dua bangunan lainnya, Wisma Bima dan gedung serba guna, baru rampung tahun 1963. Istana itu dimanfaatkan sebagai tempat peristirahatan presiden bersama keluarga, juga bagi para tamu negara.

Pura Gunung Kawi 

Pura ini terletak di Daerah Tampaksiring dan tidak jauh dari Istana Tampaksiring, Daerah situs purbakala gunung kawi sangat luas dibagi menjadi dua dan dipisah oleh Sungai Pakerisan, sejak di temukan pada tahun 1920, peninggalan ini terus di jaga dan diperhatikan, disana terdapat dua tebing, terdapat lima candi di tebing sebelah timur dan empat candi di tebing sebelah barat dan juga tempat bermeditasi.

Pura Penataran Sasih 

Pura ini terletak di Desa Pejeng di tepi jalan raya menuju obyek wisata Tampaksiring. Pura ini terkenal karena terdapat sebuah nekara yang amat besar,dengan tinggi 186,5 cm dan berdiameter 160 cm. Nekara perunggu yang berasal dari jaman prasejarah (jaman pra hindu) terkenal dengan nama bulan pejeng yang berarti bulan yang jatuh ke bumi.
Oleh karena itu pura ini dinamakan pura penataran sasih, “Sasih” berarti bulan. Yang menarik di sini adalah hisan”bulan pejeng”yang berebentuk kedok muka yang disusun sepasang sepasang dengan matanya yang besar membelalak, dengan telinga yang panjang dan anting-antingnya yang dibuat dari uang kepeng dengan hidung saegitiga’ Bulan Pejeng ini juga dianggap sebagai subang Kebo Iwa. Sejumlah arca arca kuno penting terdapat dalam pura ini.

Pura Kebo Edan 

Pura ini terletak di Desa Pejeng, hanya beberapa meter di sebelah utara Patung Arjuna Bertapa. Disini terdapat sebuah Arca Ciwa dalam bentuk Bhairawa menari, tingginya 3,60 meter yang merupakan peninggalan abad XIII masehi. Arca ini menari diatas mayat dengan hiasan ular, mukanya memakai kedok dengan kemaluannya seperti bergoyang.

Penduduk setempat menyebutnya sebagai Arca Kebo Edan. Kecuali arca ini, di Pura Kebo Edan juga terdapat arca raksasa dengan hiasan tengkorak dan beberapa buah arca lainnya, ada yang sudah rusak. Arca Bhairawa tersebut diperbaiki oleh Kantor Swaka Purbakala Bali tahun 1952.

Pura Pusering Jagat 

Lingkungan Pura ini dianggap sebagai pusat Dunia.” Di sini terdapat sejumlah arca-arca kuno diantaranya Arca Catuh Kaya dan lain-lainnya.

Lingkungan Pura ini terletak di Desa Pejeng tepatnya di sebelah Utara lingkungan Pura Kebo Edan.

Pura Tirta Empul 

Pura ini terletak di sebelah timur Istana Tampaksiring, batu Prasasti yang ada di dekat desa manukaya menyatakan bahwa Pura tirta Empul di bangun oleh Sang Ratu Sri Chandra Bhayasingha Warmadewa di Manukaya, tahun prasasti tersebut adalah 882 saka dan tahun 860 sesudah masehi. Disini terldapat sumber mata air, yang bias membersihkan dan melebur segala yang kotor di dalam diri dan pikiran kita, seperti namanya Tirta Empul yang artinya Sumber Tirta atau Air Suci. Warisan budaya yang ada disana adalah Lingga Yoni dan Patung Kerbau.

Goa Garba 

Pura Pengukur-Ukuran (Goa Garba)ini terdapat di Dusun/Br. Sawegunung Desa Pejeng Kaja Kecamatan Tampaksiring Kabupaten Daerah Tingkat II Gianyar. Pura ini mudah dicapai dengan semua jenis kendaraan dan dapat dicapai melalui 3 jalur yaitu : dari Selatan melalui belokan Dusun Wanayu terus ke Pejeng Klod ke Utara. Dari Desa Pejeng ke Timur dan dari Utara yaitu melalui Dusun/Br. Mancawarna Desa Sading ke Selatan. Jarak dari Denpasar +/-30 Km dan dari Gianyar +/- 11 Km.

Sesuai dengan jalur perkembangan pariwisata di Kabupaten Daerah Tingkat II Gianyar, dimana jalur wisata purbakala mulai dari persimpangan jalan Sakah Kecamatan Sukawati ke arah Timur menuju Pura Bukit Darma Kutri Kecamatan Blahbatuh sampai Desa Pejeng dan Tampaksiring. Di Desa Pejeng yang merupakan pusat peninggalan-peninggalan purbakala di Kabupaten Daerah Tingkat II Gianyar, dan bila kita berjalan dari Kantor Kepala Desa Pejeng ke arah Timur melalaui jalan aspal sampailah kita disebuah Pura yang bernama Pengukur-ukuran. Dari Pura ini kita menuruni tangga, kita dapati Ceruk Pertapaan di tepi jurang Sungai Pakerisan yang dikenal sebagai Goa Garba.

Museum Gedung Arca 

Gedong Arca ini merupakan Museum Lapangan (field archielogical Museum) yang telah dibangun sejak tahun 1960. Di Gedong Arca ini pun terdapat koleksi benda-benda purbakala yang berasal dari jaman pra sejarah Bali dan dari jaman Sejarah Bali. Lokasi Museum Gedong Arca terletak di antara Desa Pejeng dan Desa Bedulu, tepat di tepi jalan raya menuju Tampaksiring. Para pengunjung pun tidak mau kalah, baik itu dari mancanegara maupun wisatawan Nusantara. Di tempat ini para pengunjung juga melihat-lihat serta melakukan penelitian. Di antara koleksi benda-benda prasejarah yang tersimpan di museum ini terdapat pula alat-alat dari batu, tulang dan lain-lainnya. Yang sangat menarik perhatian adalah beberapa buah peti mayat (Sarkofagus) yang berasal dari berbagai tempat di Bali. Pada umumnya peti ini berbentuk seperti kura-kura, mempunyai tonjolan pada sisi depan dan sisi belakangnya atau pada sisi sampingnya. Di antara tonjolan-tonjolan ini ada yang dihiasi dengan pahatan kedok muka yang mempelihatkan mata bulat atau membelalak, mulut menganga atau melawak dengan mengeluarkan lidah. Koleksi lainnya adalah stupika dari Pejeng, Arca perunggu dan lain-lainnya

Wisata Alam Payangan 

Payangan memiliki potensi wisata alam yang sangat banyak, salah satunya adalah lahan persawahan yang biasa di pakai sebagai tempat trecking. dengan udara yang sejuk, alunan suara burung. bisa menyegarkan otak. dan sangat di rekomendasikan untuk menghilangkan stres.

Agrowisata Payangan 

Kawasan Argowisata Payangan memberikan beberapa pilihan wisata, seperti; perkemahan pramuka, wisata desa, tracking , wisata edukatif, museum pertanian dan Kawasan Bunga Potong Tropika, salah satunya Sekar Bumi Farm yang merupakan ikon dari Argowisata Payangan. Lebih lanjut, Kawasan Bunga Potong Tropika Sekar Bumi Farm merupakan ikon agrowisata Payangan, yang mengembangkan tanaman hias khususnya jenis pisang-pisangan (heliconia).

Taman Gajah Taro 

Di Desa Taro, Kecamatan Tegallalang, Kabupaten Daerah Tingkat II Gianyar, kurang lebih 40 Km. Dari Kota Denpasar, ada sebuah hutan desa yang dihuni oleh sekelompok binatang sapi/lembu putih. Binatang ini sangat dikeramatkan dan disucikan oleh masyarakat sekitarnya maupun masyarakat Bali pada umumnya, karena binatang ini merupakan sarana pelengkap (saksi) upacara di Bali yaitu Ngasti (dan yang setingkat dengan upacara itu). Lembu Putih ini dibawa ke tempat upacara dan oleh penyelenggara upacara dituntun mengelilingi areal/tempat upacara mulai dari arah timur ke selatan dan seterusnya berkeliling sebanyak tiga kali, kemudian berakhir atau selesai di timur. Upacara ini disebut dengan Upacara Mepada (Maideran/Purwa Daksina). Setelah Upacara tersebut selesai Lembu Putih dikembalikan lagi ke hutan Desa Taro, tentunya sebelum dan sesudahnya telah disuguhi berbagai sesajian. Tetapi dengan keindahan alam pedesaan Taro yang sangat menarik, dewasa ini atas usaha seorang investor dan tentunya dengan persetujuan dari Pihak Pemerintah Daerah Tingkat II Gianyar, di sebelah areal hutan sapi/lembu putih Taro, juga telah dikembangkan sebuah atraksi wisata baru yaitu Trakking Gajah. Para wisatawan dapat menaiki gajah berkeliling hutan dengan melewati lorong / jalan setapak di sekitar Desa Taro. Bila diinginkan wisatawan dapat berenang (bermain di air) dengan gajah didalam kolam yang sudah tersedia.

Terasering Ceking 

Keunikan daerah Tegallalang sebagai daerah pertanian dimana areal persawahannya tertata apik dengan terrasiringnya yang rapi dapat dilihat di obyek wisata Ceking ini, wisatawan akan ditunjukan suatu panorama area persawahan yang sangat bagus, pemandangan alam yang menyejukan mata. Wisatawan jika ingin mengunjungi Tegallalang akan, menikmati dulu panorama ceking ini sebelum melaksanakan perjalanan ke desa berikutnya.

Pura Gunung Kawi Sebatu 

Di desa Sebatu kecamatan Tegalalang Gianyar, tepatnya 40 km dari kota Denpasar. terdapat peninggalan zaman Bali kuno, berupa sebuah pura bernama pura Gunung Kawi. Dari artikulasi dapat diuraikan menjadi 2 (dua), yaitu gunung yang berarti tempat yang tinggi, bukit atau tebing dan Kawi berarti kekawin atau sesuatu yang dibuat . Jadi pura Gunung Kawi adalah pura yang dibangun di tebing di sebelah barat sebuah pegunungan dimana pegunungan itu sekarang dikenal dengan nama desa Sebatu. Sebatu berasal dari urat kata Sauh berati terpeleset dan Batu berarti batu atau bebatuan. Konon pada jaman pemerintahan raja Mayadenawa yang sangat bengis dan tidak percaya adanuya tuhan, daerah ini merupakan lintasan pelarian Raja Mayadenawa dengan para pengikutnya menuju desa Taro, setelah terdesak dalam peperangan melawan para dewata yang mengejarnya, begitu pula ketakutan para penduduk asli kepada pengikut raja Mayadenawa, sehingga semuanya lari tunggang langgang dan terpeleset diantara babeatuan pegunungan (Sauh di batu). Sadar akan penduduk asli yang tidak berdosa dalam bahaya, maka dewa Wisnu memberikan sumber kehidupan bagi penduduk yang tidak berdosa dalam wujud air suci. Sebagai ucapan rasa syukur penduduk maka ditempat ini dibangun pura tempat pemujaan dewa Wisnu yang dikenal dengan nama Pura Gunung Kawi yang dilengkapi dengan pancuran-pancuran beraneka ragam fungsi seperti untuk air suci, mandi dan lain-lain.

 

Jembrana

Gallery

Obyek Wisata

Bunut Bolong 

Bunut Bolong terletak di desa Manggisari kecamatan Pekutatan, 49 km ke arah timur dari kota Negara dan kurang lebih kurang 86 km kearah barat Kota Denpasar. Bunut Bolong adalah pohon Bunut yang tumbuh lestari di mana di tengah akar akarnya terdapat jalan raya yang menghubungkan kecamatan Pekutatan dengan Kabupaten Buleleng.

Yang menarik adalah alam lingkungannya sepanjang mata memandang penuh dengan pohon cengkeh, udara sejuk dan sangat cocok untuk Wana Wisata. Terdapat pura Bujangga Sakti yang dipelihara dan merupakan tempat Pemujaan Umat Hindu.

Pantai Pengeragoan 

Obyek wisata ini terletak di Desa Pengeragoan, kecamatan Pekutatan, tepatnya di Pintu Gerbang Timur Kabupaten Jembrana, berbatasan dengan Kabupaten Tabanan, di pinggir selatan jalan raya yang menghubungkan Gilimanuk-Denpasar.
Pantai berpasir hitam dengan deburan ombak Samudra Indonesia dan lambaian pohon nyiur dan pandan ini cocok untuk tempat istirahat sejenak bagi wisatawan. di bagian utara Desa Pengeragoan, merupakan tempat terindah untuk menikmati pemandangan Pantai Pengeragoan.

Pantai Medewi 

Pantai Medewi adalah Pantai yang cukup indah dengan lekuk pantai yang sangat menawan, terletak di Desa Medewi 24 Km timur kota Negara dan 72 Km dari Denpasar, dapat dicapai dengan segala jenis kendaraan.
Pantai Medewi cocok untuk tempat surfing karena ombaknya yang panjang dan lama baru pecah sesuai sarat surfing yang diinginkan. Dari sini dapat menikmati Sunset yang indah. Fasilitas yang dimiliki Hotel yang cukup reprentatif bagi wisatawan Manca Negara dilengkapi dengan kolam renang dan Retauran yang ditata cukup artistik di halaman hotel tersebut.

 

 

 

Pura Rambut Siwi 

Rambut Siwi terletak 18 Km arah ke timur dari Kota Negara dan 78 Km arah ke barat dari kota Denpasar. Dapat dicapai dengan semua jenis kendaraan serta tempat parkir yang cukup luas.
Disini terdapat pura Sad Kahyangan dan dibangun erat kaitannya dengan kedatangan seorang Pendeta dari Majapahit yang melakukan perjalanan keagamaan ke Bali dan singgah di tempat ini untuk memberikan ajaran Agama Hindu. Karena hormatnya penduduk setempat kepada sang pendeta yang bernama Dang Hyang Nirartha itu, dimintalah rambutnya untuk dipuja dan disimpan di Pura ini sehingga nama Pura ini disebut Pura Rambut Siwi. Dari Pura ini pula dapat kita menikmati pemandangan laut lepas dan matahari terbenam/ Sunset dengan bentangan sawah yang luas, serta pemandangan gunung yang jauh, menambah pesona bagi para pengunjung.

Delod Berawah

Pantai Delod Berawah terletak di Desa Delod Berawah Kecamatan Mendoyo Kabupaten Jembrana,sebenarnya menyimpan keindahan panorama tersendiri yang sebagai obyek wisata pantai yang belum tergarap secara maksimal.padahal pemerintah kabupaten jembrana telah mengembangkan objek wisata ini diantaranya di bangun kolam renang air laut..
Fasilitas kolam ini dilengkapi, tempat bilas dan kamar mandi sudah berdiri megah. Rencana pengembangan berikutnya fasilitas ini akan dilengkapi dengan sarana-sarana penunjang seperti taman bermain untuk anak-anak, kios-kios serta penataan tempat parkir.

Pantai Perancak 

Obyek Wisata Perancak merupakan sebuah obyek wisata yang indah, bibir pantai yang dihiasi perahu-perahu nelayan merupakan suatu keindahan tersendiri untuk dinikmati.
Disini juga terdapat taman wisata yang memiliki fasilitas sirkuit Motor Cross dan Road Race, disini sangat cocok untuk tempat berlibur.
Setiap tahun obyek wisata perancak dijadikan tempat untuk lomba sampan dayung tradisional yang biasanya dirangkaikan dengan HUT kota Negara.
Di Desa Perancak terdapat tempat Pelestarian Penyu Laut yaitu “Kurma Asih” karena Pantai Perancak sangat cocok untuk tempat bertelor bagi Penyu. Ditempat ini wisatawan dapat menikmati keindahan pantai dan melakukan kegiatan pelepasan Tukik/Anak Penyu ke Laut.
Disamping tempat pelestarian Penyu di desa Perancak juga terdapat Pusat Riset Teknologi Kelautan, stasiun Bumi NOAA (National Oceanic and Atmospheric Administration) yang berfungsi untuk menentukan titik-titik berkumpulnya ikan di laut yang dipantau dari satelit. Pada lokasi yang sama wisatawan juga dapat melihat hamparan tumbuhan bakau yang beraneka ragam jenisnya. Di desa Perancak juga terdapat tempat penyulingan air laut menjadi air mineral yang berkadar Oksigen Tinggi yaitu Megumi.

Pantai Baluk Rening 

Baluk Rening merupakan salah satu pantai di kabupaten Jembrana ramai dikunjungi oleh wisatawan baik lokal maupun manca negara terletak lebih kurang 10 Km ke arah barat dari kota Negara.

Pantai yang berpasir hitam cukup bagus serta alunan ombak yang tidak begitu besar. Tetapi cukup nikmat pada waktu pagi hari maupun sore hari yakni melihat matahari terbenam ( Sunset), dengan latar belakang pegunungan di Jawa Timur. Obyek wisata pantai ini juga sangat menarik dengan adanya tebing tebing dibibir pantai yang cukup tinggi sehingga menambah panorama yang sangat indah di bagian selatan.

Fasilitas yang cukup memadai baik hotel maupun restaorannya memiliki standar untuk wisatawan maca negara.

Pantai Candi Kusuma 

Pantai Candikusuma terLetak kurang lebih 12 Km ke arah barat dari kota Negara, dan merupakan salah satu pantai wisata di Kabupaten Jembrana yang cukup baik untuk mandi dan berenang.

Di Candi kusuma juga ada peninggalan sejarah yakni sebuah tugu yang membentuk segi tiga yang konon di tempat tugu itu pernah keluar keris yang memancarkan sinar. Obyek wisata ini juga dipakai sebagai tempat finish lomba Jukung layar yang biasanya diadakan setiap bulan Agustus dikaitkan dengan peringatan HUT RI dan HUT kota Negara.

Di pantai ini juga sering dipakai untuk kegiatan lomba mancing.

Bendungan Palasari 

Obyek wisata Bendungan Palasari berlokasi di Desa Ekasari, Kecamatan Melaya, 26 Km ke arah barat dari kota Negara. Bendungan ini berfungsi sebagai pengendali bencana banjir, irigasi, perikanan dan tempat rekreasi. Bendungan ini dilatar belakangi oleh hutan lindung yang cukup bagus serta mempunyai hawa sejuk. Sehingga cocok untuk wisata tirtha serta wana wisata di daerah sekitarnya. Bendungan ini sudah dilengkapi dengan sampan yang berekreasi mengelilingi bendungan tersebut.

Sangkar Agung 

Desa Sagkaragung terletak di Kecamatan Negara kurang lebih 5 Km kearah timur kota Negara. Di Desa Sangkaragung terdapat pusat kesenian khas Jembrana yaitu ” Jegog “.

Desa Sangkaragung terkenal didunia dengan kesenian Jegognya terutama di Jepang. Jegog Sangkaragung tampil di Jepang setiap tahunnya lebih dari tiga kali. Sedangkan didesa Sangkaragung sendiri Jegog dipentaskan untuk wisatawan setiap hari Minggu dan Kamis di Sanggar Jegog Suar Agung. Wisatawan dapat belajar memainkan (menabuh) jegog di sanggar ini.

Gilimanuk 

Gilimanuk terletak di ujung barat pulau Bali merupakan pintu gerbang masuknya wisatawan melalui jalan darat yang datang dari pulau Jawa. Terdapat beberapa tempat yang menarik diantaranya : Teluk Gilimanuk yang sangat cocok untuk menikmati wisata tirta dan Taman Nasional Bali Barat. Di Gilimanuk telah tersedia penginapan, restauran atau rumah makan dan juga kedai kedai untuk suvenir.

Museum Manusia Purba 

Sejak tahun 1963 di Gilimanuk diadakan penelitian oleh para ahli di Indonesia antara lain : Prof DR R Soejono dan Prof DR T Jacub. Hasil penelitian tersebut ditemukan ratusan rangka manusia yang diperkirakan hidup pada akhir masa Prasejarah dengan ciri ciri Ras Mongolid. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, maka salah satu tindakan untuk menyelamatkan.

Untuk menyelamatkan dan memanfaatkan temuan akeologi tersebut Pemerintah Kabupaten Jembrana membangun sebuah Gedung Museum Manusia Purba Situs Gilimanuk dan selesai Pembangunannya 1993.

Barang barang koleksi yang dipajang di Moesium Gilimanuk adalah hasil galian antara lain : Kerangka Manusia, Manik manik, Gelang dari kayu dan kerang, periuk kecil, tempayan, kendi, mangkuk dari tanah, mata kail, tajak, sarkopagus dll.

 

Karangasem

Gallery Obyek Wisata
Taman Ujung 

Taman Ujung didirikan tahun 1919 oleh Raja Karangasem terkahir, terletak di Desa Tumbu, yang waktu itu digunakan sebagai tempat perisitirahatan Raja Karangasem. Karena keindahannya Taman Ujung di sebut sebagai “Istana Air”. Konstruksi arsitektur Taman Ujung memiliki kemiripan dengan Taman Air Tirtagangga dan Puri Agung Karangasem.

Candidasa 

Candidasa adalah menjadi daerah tujuan utama dari para wisatawan yang datang ke Karangasem, terletak di wilayah Bugbug, Kecamatan Karangasem. Candidasa terkenal sebagai replika pantai Kuta karena sama – sama memiliki pasir putih. Sangat cocok untuk olah raga air seperti berenang, menyelam dan snorkling.

Tulamben 

Tulamben sangat terkenal di Bali sebagai tempat untuk melakukan aktivitas diving dan snoekeling. Disini kita dapat jumpai Kapal US Liberty yang tenggelam waktu perang dunia II. Karang lautnya banyak terdapat populasi berbagai jenis ikan tropis yang sangat indah. Karena keindahan launtnya Tulamben dujuluki sebagai sorganya bagi pencinta diving dan snorkeling. Tulamben terletak di Kecamatan Kubu 21 Km Utara Karangasem.

Besakih 

Besakih terletak di Kecamatan Rendang. Besakih menawarkan panorama dengan backdrop Gunung Agung yang memiliki ketinggian 3142 meter. Pada bagian lereng Gunung AGung terletak sebuag Pura dengan nama Pura Besakih yang di sebut sebagai Pura terbesar di Bali sebagi tempat suci bagi umat Hindu.

Bukit Jambul 

Terletak di Desa Pesaban Kecamtan Rendang, 8 Km sebelah Utara Klungkung (semarapura). Bukit jambul terkenal sebagi tempat perberhentian bagi wisatawan karena keindahan alam yang sangat alami di antaranya berupa sawah terasering.

Telaga Waja 

Sungai Telaga Waja terletak di desa Muncan, Karangasem yang dapat dicapai dalam kurang lebih 1,5 jam perjalanan dari Denpasar. Telaga Waja memiliki air yang sangat bersih dan beberapa karang dan batu besar sepanjang aliran sungai.

Iseh 

Iseh adalah objek wisata alam yang terletak di desa Sidemen. Panorama indah dengan udara yang sangat sejuk terletak dibagian bawah lereng Gunung Agung dengan hamparan sawah terasering sangat indah. Bila anda mengunjungi Iseh jangan lupa melihat proses pembuatan kain Endek dan Songket yang menggunakan cara tradisional dan yang sangat terkenal di Bali. ISeh terletak di Desa Sidemen.

Jemeluk 

Jemeluk terletak di Desa Purwakerti, Kecamatan Abang. Panorama yang sangat indah terletak antara laut dan perbukitan. Jemeluk juga sangat cocok untuk melakukan diving dan snorkling karena keindahan lam bawah laut yang sangat indah. Setelah mengunjungi tempat ini Anda dapat melanjutkan perjalanan Anda ke Tulamben dan Ke Taman Ujung lewat a Bunutan – Seraya – Ujung – Amlapura.

Tirtagangga 

Terletak di Desa Abang, Kecamatan Abang hanya 6 km sebelah Utara Amlapura. Tirtagangga didirikan pada tahun 1948 oleh Raja Karangasem terkahir yang digunakan sebgai tempat istirahat keluarga raja. Arsitekturnya merupakan panduan antara Eropa, Cina dan arsitektur tradisional Bali. Dikelilingi oleh panorama yang sangat indah membuat Tirtagangga merupakan tujuan yang sangat penting untuk dikunjungi.

Puri Agung Karangasem 

Amlapura merupakan Ibu Kota dari Kabuapten Karangasem, terletak 78 Km sebelah Timur Denpasar. Semenjak kerajaan Karangasem didirikan Amlapura merupakan pusat kerajaan. Objek wisata yang terletak di Amlapura adalah Puri Agung dengan perpaduan arsitek Bali, Cina dan Eropa. Puri ini didirikan oleh Anak Agung Gede Jelantik,raja pertama Karangasem. Di dalam istana kita akan menemukan koleksi foto dari keluarag para raja serta kostum yang dipakai raja saat itu.

Sibetan 

Desa Sibetan sangat terkenal dengan buah salak, buah bersisik yang sangat nikmat. Desa Sibetan juga menyajikan panorama yang sangat indah dengan lam yang natural dan dengan pemandangan laut yang biru. Desa ini terletak di Kecamatan Bebandem sekitar 5 Km dari Putung.

Putung 

Salah satu pemandangan yang sangat atraktif adalah Putung yang terletak di Desa Duda TImur, Kecamatan Selat. Lokasinya merupak perpaduan antara lembah dan pegunungan dengan landscape yang sangat indah. Putung memiliki iklim yang sangat indah untuk rileksasi. Di sini juga dapat Anda jumpai buah Salak.

Tenganan Pegringsingan 

Tenganan adalah Desa Bali Asli yang dikenal sebagai Bali Age. Terletak sekitar 5 Km sebelah Utara Candidasa. Tenganan sangat terkenal dengan budaya dan adat istiadat tradisional Bali. Ritual keagamaan berdasarkan kalendar yang merka susun sendiri dan berbeda dengan kebanyakan masyarakat Bali lainnya. Desa Tenganan menyajikan panorama yang sangat indah dengan backdrop bukit yang sangat indah. Desa ini juga merupakan tempat satu-satunya dimana orang akan menjumpai kain yang disebut sebgai Ikakt Gringsing yang proses pewarnaanya menggunkan warna tradisonal.

Yeh Malet 

Yeh Malet terletak di Desa Antiga Kecamatan Manggis, 33 Km sebelah Barat Amlapura. Yeh Malet merupak tempat yang sangat menarik untuk dikunjungi dengan panorama Gunung Agung dan Pantai. Pantai ini sangat cocok untuk berenang, memancing dan Sunset View. Yeh Malet juga terkenal dengan proses pembutan garam secara tradisional.

Padang Bai 

Padangbai merupak dermaga bagi kapal laut dan merupak tempat penyembrangan dari Bali ke Lombok. Terletak di Desa Padangbai Kecamatan Manggis.Padangbai juga sangat cocok untuk melakukan aktivitas berenang, diving dan snorkeling. Padangbai sangat terkenal dengan pantai pasir putih dengan ikan tropis yang sangat menarik.

 
 

PEMESANAN atau BOOKING PAKET WISATA, ADVENTURE, KENDARAAN, LOMBOK, hanya dengan klik MAKE A BOOKING di daftar harga yg tersedia, maupun BOOKING HOTEL klik Booking now atau bisa melalui EMAIL Yang Kami Sediakan Di Sidebar Kanan, atau melalui TELPON dan SMS

Staff Online:

Cari Tiket Pesawat Murah Semua Maskapai