Barata Tours, Bali .. (PT. BARATA DEWATA ASRI) - Your Personal Ticket to Experience Bali and Beyond - Jl. Sedap Malam GG. Rampai II no. 5 Kesiman Kelod - Denpasar 80237 - Indonesia - Office Phone: (+62-361) 233111, 5522111 - Fax: (+62-361) 237494 - LICENSE: 01/23/T/PARSENIBUD/1999 - ASITA member: 0241/XVII/DPP/2000
Get Adobe Flash player

Klungkung

Page < 1 2


Pulau Bali sangat kecil, akan tetapi menyimpan segudang daerah pariwisata yang sangat menarik dan layak di kunjungi. Berdasarkan data yang di dapat di masing masing 9 kabupaten yang ada di Bali lebih dari 100 obyek wisata yang bisa di kunjungin oleh wisatawan asing ataupun mancanegara diantara nya:

Klungkung

Gallery

Obyek Wisata

Pura Taman Sari 

Lingkungan Pura Taman Sari terletak di Banjar Sengguhan, arah timur laut kota Semarapura, sejauh kurang lebih 500 meter, dapat dicapai dengan kendaraan baik roda dua maupun roda empatsertas jalannya sudah diaspal. Tepatnya di Kelurahan Semarapura.

Lingkungan Pura Taman Sari yang diantaranya terdiri dari dua buahmeru Tumpang sebelas dan meru tumpang sembilan serta dasarnya dilandasi oleh kura-kura raksasa, dikelilingi oleh kolam, dibelit oleh naga Ananthaboga, mengisahkan pada saat para dewa memutar air kehidupan (amerta) untuk kebahagiaan dan kesejahteraan.

Goa Jepang 

Goa Jepang dapat dijangkau dengan mudah karena letaknya dipinggir jalan pada jurusan Denpasar-Semarapura, tepatnya di Banjar Koripan, Desa Banjarangkan, Kecamatan Banjarangkan.

Goa yang terdiri atas 16 buah lubang dengan kedalaman 4 meter, dua diantaranya tidak berhubungan satu dengan yang lainnya, yaitu satu buah terletak di ujung selatan dan satu lagi diujung sebelah utara, sedangkan yang lainnya berhubung-hubungan dan dihubungkan oleh sebuah gang memanjang arah Utara Selatan. Goa ini dibangun oleh balatentara Jepang daslam usahanya memperrtahankan diri dari serangan tentara sekutu pada masa pendudukan Jepang yaitu tepatnya pada tahun 1941. Goa semacam ini, tetapi hanya terdiri atas sebuah lubang yang besar juga terdapat di Desa Suana Kecamatan Nusa Penida yangdimaksudkan untuk tempat pengintaian lalu lintas laut di Selat lombok.

Desa Tihingan 

Desa Tihingan terletak di Kecamatan Banjarangkan, dan dapat dijangkau dengan kendaraan baik itu roda dua maupun dengan roda empat. Kira-kira 3 km arah Barat Kota Semarapura. Jalan menuju Desa Tihingan sudah diaspal.

Masyarakat desa ini sangat terkenal di Bali karena keahliannya membuat istrumen (gamelan) Gong. Kecuali Gong, masyarakat di desa ini dapat pula membuat berbagai macam gamelan Bali lainnya seperti : Semara Pegulingan, Gender Wayang, Kelentangan/Angklung dan lain-lainnya yang bahannya terbuat dari logam kerawang. Mungkin keahlian membuat gong ini telah diwariskan oleh leluhur mereka yangtelah berabad-abad lamanya terkenal sebagai Pande Gong dari Desa Tihingan. Hal tersebut dapat kita buktikan dengan katutnya nama para pande Tihingan pada barungan-barungan gamelan yang ada di desa-desa. Akan keadaan sekarang jauh lebih maju lagi. Gamelan Bali yang mempunyai ciri khusus dan enak dinikmati telah menyebar keseluruh tanah air, bahkan ke seluruh dunia. Sering dijumpai ada wisatawan asing yang berkunjung ke desa Tihingan hanya karena tertarik dan kemudian memesan seperangkat Gong untuk dibawa ke negerinya.

Kertagosa 

Sebagai bekas kerajaan, wajar jika Klungkung mempunyai banyak peninggalan yang saat ini menjadi objek wisata. Salah satunya adalah Taman Gili Kerta Gosa, peninggalan budaya kraton Semarapura Klungkung. Kerta Gosa adalah suatu bangunan (bale) yang merupakan bagian dari bangunan komplek kraton Semarapura dan telah dibangun sekitar tahun 1686 oleh peletak dasar kekuasaan dan pemegang tahta pertama kerajaan Klungkung yaitu Ida I Dewa Agung Jambe.

Kerta Gosa terdiri dari dua buah bangunan (bale) yaitu Bale akerta Gosa dan Bale Kambang. Disebut Bale Kambang karena bangunan ini dikelilingi kolam yaitu Taman Gili. Keunikan Kerta Gosa dengan Bale Kambang ini adalah pada permukan plafon atau langit-langit bale ini dihiasi dengan lukisan tradisional gaya Kamasan (sebuah desa di Klungkung) atau gaya wayang yang sangat populer di kalangan masyarakat Bali. Pada awalnya, lukisan yang menghiasi langit-langit bangunan itu terbuat dari kain dan parba. Baru sejak tahun 1930 diganti dan dibuat di atas eternit lalu direstorasi sesuai dengan gambar aslinya dan masih utuh hingga sekarang. Sebagai peninggalan budaya Kraton Semarapura, Kerta Gosa dan Bale Kambang difungsikan untuk tempat mengadili perkara dan tempat upacara keagamaan terutama yadnya yaitu potong gigi (mepandes) bagai putra-putri raja.

Desa Wisata Kamasan 

Kamasan sebagai pusat berkembangnya lukisan dan ukiran tradisional adalah nama sebuah desa di Kecamatan dan Kabupaten Klungkung. Desa Kamasan secara geografis termasuk desa dataran rendah pantai Klotok atau pantai Jumpai ± 3 km. Jarak dari Denpasar ke desa ini ialah 43 km, dapat dicapai dengan kendaraan bermotor, seluruh jalan menuju obyek yaitu pusat-pusat lukisan atau kerajinan ukiran sudah diaspal.

Kamasan adalah sebuah komunitas seniman lukisan tradisional. Begitu intim dan begitu lama berkembangnya seni lukis tradisional maka para seniman menyebut hasil-hasil lukisan di sana memiliki gaya (style) tersendiri yaitu lukisan tradisional Kamasan. Sesungguhnya bakat seni tumbuh pula pada karya-karya seni lainnya yaitu berupa seni ukir emas dan perak dan yang terakhir ialah seni ukir peluru. Meskipun dari segi material yang digunakan kain warna logam mengikuti perubahan yang terjadi tetapi ciri khasnya tetap tampak dalam tema lukisan atau ukiran yaitu menggambarkan tokoh-tokoh wayang.

Pantai Kusamba 

Pantai Kusamba merupakan obyek wisata yang sangat menarik untuk dikunjungi, terletak sekitar 7 km ke arah timur dari kota Semarapura. Disamping itu, pantai ini merupakan pantai nelayan dan juga tempat pembuatan garam secara tradisional. Kita dapat menyaksikan setiap hari para nelayan yang sedang melaut mencari ikan maupun petani garam yang sedang membuat garam di pinggir pantai. Sampan nelayan berderet di pinggir pantai di bawah pohon nyiur, begitu pula pondok-pondok pembuatan garam berjejer di sepanjang pantai, menimbulkan pemandangan yang benar-benar menarik bagi mereka yang berkunjung ke pantai tersebut. Bagi wisatawan yang sedang berkunjung ke Bali, obyek wisata ini sangat ideal untuk dipilih sebagai salah satu tujuan wisata.

Nusa Penida 

Nusa Penida merupakan salah satu wilayah kecamatan dari empat kecamatan yang ada di Kabupaten Klungkung. Kecamatan Nusa Penida terdiri dari tiga pulau yaitu Nusa Penida, Nusa Lembongan dan Nusa Ceningan.

Di kawasan Nusa Penida terdapat beberapa obyek wisata dan tempat rekreasi . Rekreasi wisata tirta yang sangat menarik untuk dinikmati adalah wisata bahari dengan terumbu karangnya yang indah dengan jenis ikan yang beraneka ragam .

Suana 

Disamping pantainya yang berpasir putih denga perbukitan yang indah, di Desa Suana juga terdapat goa yang bernama Goa Giri Putri . Goa Giri Putri terletak di Dusun Karang sari Desa Suana + 3 Km arah Timur Sampalan Ibu Kota Kecamatan Nusa Penida.

Pada waktu masuk ke dalam goa agak sulit , tapi seteleh merangkak + 3 m telah sampai pada ruang goa yang sangat luas. Di dala goa terdapat stalagnit dan stalagtit juga terdapat mata air yang dikeramatkan oleh penduduk Di dalam goa ini juga terdapat pura. Goa Giri Putri ini tembus sampai ke Barat dan disini terdapat mulut goa yang cukup lebar

Karang Bolong 

Obyek ini dapat disaksikan dari Penida Desa Sakti. Selain dapat menyaksikan pemandangan Karang Bolong juga pantai Penida yang berpasir putih dengan karang lautnya yang indah. Di tempat inilah terdapat mata air yang telah dikelola untuk kebutuhan penduduk

Lembongan & Jungut Batu 

Pantai Lembongan yang berpasir Putih dengan karang lautnya yang indah juga terdapat berjenis-jenis ikan yang hidup di dalamnya. Merupakan panorama pemandangan bawah laut yang indah Dari pantai ini dapat disaksikan pemandangan Matahari terbenam di ufuk Barat.

Pantai Atuh 

Pantai Atuh terletak disebuah teluk yang indah dengan alam berpasir putih disebelah kirinya dengan menjorok kelaut terdapat Tanjung Juntil dan disebelah kanan ( Selatan ) menjorok Labuan Ampuak berlanjut ketimurnya lagi terletak Gili Batu Melawang, Gili Batu Padasan, Gili Batu Abah dan Gili Batu Metegen.Diujung Timur Tanjung Juntil dan juga diujung Timur Gili Padasan terdapat tempat memancing yang sangat idial karena didepan kedua tanjung tersebut dilewati oleh arus bolak-balik dari Utara ke Selatan (dan sebaliknya) yang diikuti oleh rombongan/ Kawanan ikan bersklala ikan besar dan kecil, terutama setelah dan sebelum Purnama dan beberapa hari sebelum dan sesudah Tilem atau bulan mati, hari-hari tersebut merupakan surganya bagi pemancing mania.

Labuan Amuk 

Kawasan Labuan Amuk terletak di wilayah Banjar pelilit Pantai Atuh dan Calung, ketinggiannya kurang lebih 100 M diatas permukaan laut.Konsep keindahan alam yang hampir sempurna yang kita kenal dengan kawasan ” Nyegara Gunung ” dimana kawasan tersebut dikelilingi oleh bukit -bukit misalnya Bukit Tunjuk Pusuh, Bukit Nyahi, Bukit Juntil dan lain-lain, serta dikawasan pantainya yang disebut Pantai Titibehu terbentang luas Selat Lombok yang samar-samar terlihat
Kawasan bangko-bangko tempat yang sangat idial untuk tempat Surfing di Kawasan Lombok Selatan dan pada lepas pantainya terlihat jelas Gili-gili ( pulau-pulau karang ) sebagai penghias pemandangan yang sangat indah seperti Gili Padasan, Gili Batu Abah Gili Batu Mategen, Gili Batu Lumbung, Gili Batu Pawon, Gili Batu Sanggah dan Gili Batu Tumpeng Tanpa berlebihan kiranya kawasan ini termasuk salah satu kawasan wisata yang terindah
diseluruh Nusa Penida dan mungkin juga diseluruh kawasan Pulau Bali.

Teluk Sebila 

Teluk sebila yang berpasir putih, adalah sebuah teluk yang indah dan alami, sangat sunyi, seolah olah kita berada pada kawasan yang tidak berpenghuni, terletak diantara Tanjung Juntil dan Pah Gede (sangat idisl untuk tempat memancing ikan )Teluk Sebila yang mempunyai kedalaman yang sangat idial dan aman untuk pendaratan dan berlabuhnya kapal-kapal ukuran kecil seperti boot, sampan dan perahu kecil lainnya.
Akses menuju Teluk Sebila dapat dicapai lewat lautan yaitu langsung ke Teluk Sebila dapat dicapai dari daratan yaitu pelabuhan Buyuk menuju Banjar Kelodan selanjutnya menuju jalan tanah langsung ke Teluk Sebila, dan juga dapat dicapai lewat lautan yaitu langsung ke Teluk Sebila, karena teluk tersebut sangat alami untuk pelabuhan/ pendaratan perahu-perahu kecil. Di kawasan Teluk Sebila juga terdapat sebuah sumur dangkal, namun kualitas sumurnya tidak sebaik Teluk Atuh.

Lila Arsana 

Kolam renang Lila Arsana yang terletak ditengah-tengah Kota Semarapura tepatnya di Jalan Gunung Rinjani yang merupakan tempat rekreasi dengan 1 unit kolam untuk dewasa dan 1 unit lagi untuk anak-anak

Museum Nyoman Gunarsa 

Museum ini terletak di jalur yang cukup strategis tepatnya di Pertigaan Banda Desa Takmung 3 Km arah Barat Kota Semarapura. Bangunan Museum dengan perpaduan arsitek Bali Modern.

Di Museum ini dipajangkan berbagai lukisan klasik Bali baik dari peninggalan zaman dahulu maupun yang baru hasil karya dari pemiliknya I Nyoman Gunarsa.

Desa Budaga 

Desa Budaga yang terletak dilingkungan kota Semarapura tepatnya di Kelurahan Semarapura Kauh. Di Desa ini terdapat pengerajin yang cukup terampil. Hasil kerajinannya berupa barang-barng untuk kebutuhan upacara keagamaan. Juga kerajinan lainnya untuk suvenir berupa Bola mimpi yang merupakan hasil karya dari I Nengah Patra satu-satunya pengerajin di Desa Budaga.

Pura Goa Lawah 

Cicit kelelawar bagai tak henti-hentinya di Pura Goa Lawah ini sepanjang hari-sepanjang malam .Pura Goa Lawah berlokasi di Kecamatan Dawan, Klungkung dan berada dipinggir utara jalan arteri antara kota Semarapuira- ibukota Kab.Klungkung, kearah timur menuju kota Amlapura- ibukota Kab.Karangasem.Jarak Pura Goa Lawah dari Denpasar- ibukota Propinsi Bali sekitar 49 KM, atau 10 KM sebelah timur kota Semarapura.
Posisi Goa Lawah terletak pada koordinat 8 derajat, 31 menit Lintang Selatan dan 115 derajat, 30 menit Bujur Timur pada ketinggian sekitar 5 meter dari muka air laut pasang tertinggi.Pura yang dihuni ribuan kelelawar ini memiliki status sebagai KahyanganJjagat, dalam hal ini Sad Kahyangan tempat sthana Ida Sang Hyang Basukih dan menurut Padma Bhuwana, pura ini berada diarah tenggara sebagai kedudukan Dewa Maheswara.Sebagaimana pura-pura besar Kahyangan lainnya, maka terasa sulit mengetahui dengan sebenarnya siapa pendiri dan kapan didirikannya Pura Goa Lawah ini. Diperkirakan Maha Pandita Mpu Kuturan memiliki hubungan kesejarahan dengan pendirian dan keberadaan Pura Goa Lawah ini.

Pura Klotok 

Pura Watu Klotok merupakan salah satu Pura Kahyangan Jagat yang ada di Bali, sebagai sthama Ida Bhatara Brahma atau Pesanggrahan Ida Betara Besakih.
Pura Watu Klotok memiliki fungsi ganda sebagai “linggih pesucian Ida Betara Besakih” sesuai dengan ucap raja Purana Besakih, dan juga sebagai tempat ” Nangkek Merana ” sebagai mana dipaparkan dalam lontar Dewa Purana Bangsal dengan diselenggarakannya ” Aci Rutin” setiap tahun pada Purnamaning ke Lima yakni upacara pangusabhan.

Museum Semarajaya 

Museum Semarajaya terletak dalam Komplek Kertha Gosa/Taman Gili, tepatnya pada bekas gedung SMP I Klungkung yaitu di Jl. Untung Surapati. Dapat dicapai dari jurusan Denpasar-Candi Dasa, Amlapura dan Besakih.
Museum Semarajaya dibangun pada Gedung Bekas Sekolah MULO (Sekolah Menengah Jaman Belanda) dan bekas SMPN I Klungkung terletak dalam komplek Kertha Gosa/Taman Gili, Pemedal Agung (pintu bekas kerajaan Klungkung). Di dalam Museum dipamerkan barang-barang dari jaman prasejarah sampai benda-benda yang dipergunakan selama perang puputan Klungkung. Museum Semarajaya diresmikan oleh Bapak Menteri Dalam Negeri pada tanggal 28 April 1992. Dalam Museum ini dapat dilihat barang-barang yang dipergunakan sebagai perlengkapan upacara adat oleh raja-raja Klungkung serta foto-foto dokumentasi keturunan raja-raja di Klungkung

Rafting di Sungai Melangit  (Desa Bakas) 

Sungai dihiasi Batu alami dengan strukturyang tertata secara baik dan alami, di kiri kanan hijau pohon dan nyanyian burung , kera liar di cabang pohon bisa anda nikmati slama di perjalanan.
Dengan panjang sekitar 7,5 kilometer dan waktu tempuh 1,5 – 2 jam , rafting anda akan menjadi sebuah pengalaman yang tak terlupakan.

 

Singaraja / Buleleng

Gallery

Obyek Wisata

Air Panas Banyuwedang 

Air Panas Banyuwedang terletak di Desa Pejarakan Kecamatan Gerokgak 60 km dari kota Singaraja, dipinggir batas kawasan Taman Nasional Bali Barat.

Air Panas Banyuwedang bersumber dari mata air panas yang muncul di pantai. Air panas ini berada di bawah air pada waktu air pasang. Merupakan sumber air panas terbesar, bangunan beton pengaman dibuatkan dalam bentuk lingkaran yang berfungsi sebagai tanggul, sehingga pada saat air pasang air panas tersebut tidak bercampur dengan air laut. Air panas ini banyak mengandung belerang dengan rata-rata suhu 40 derajat celcius.

Bali Handara Kosaido 

Di dataran tinggi Bali yang penuh dengan tumbuhan hijau, dalam ketinggian diatas 1000 meter dari permukaan laut, disinilah Bali Handara Kosaido Country Club berdiri. Dataran tinggi ini dianugerahi iklim sempurna yang ideal untuk bermain golf di kepulauan tropis yang penuh daya pesona. Lokasi terletak sekitar 66 kilometer dari lapangan udara internasional Ngurah Rai, Bali , dikelilingi hutan tropis dan diperindah lagi dengan pemandangan danau Buyan. Dengan suhu udara rata-rata 16-20 derajat Celcius, Bali Handara merupakan tujuan wisata golf yang paling nyaman di Bali .

Pengembangan Mutiara 

Perairan di bagian barat Buleleng memiliki banyak potensi yang sangat menarik untuk dinikmati oleh para wisatawan. Disamping potensi keindahan alam bawah lautnya seperti di Pulau Menjangan, juga terdapat pengembangan / budidaya mutiara seperti yang terdapat di Desa Sumber Klampok ± 68 km sebelah barat Kota Singaraja dan di Desa Penyambangan.

Sejak berabad – abad mutiara telah dijadikan simbol kealiman dan kesucian, maka tidak heran mutiara banyak dicari baik untuk tujuan bisnis maupun untuk dipakai sendiri. Para wisatawan disini akan disuguhkan suatu pengalaman yang unik, dimana wisatawan akan bisa melihat proses pengolahan mutiara dari yang masih di dalam kerang sampai yang sudah jadi.

 

Gebug Ende 

Tari Gebug Ende ini terdapat di beberapa desa di Kecamatan Grokgak, tetapi yang utamanya adalah di Desa Patas ± 40 km sebelah barat Kota Singaraja.

Meski kemajuan teknologi telah merambah seluruh kehidupan masyarakat, namun di Bali cara – cara tradisional masih tetap dipertahankan salah satunya adalah Tarian Gebug Ende ini. Gebug Ende adalah merupakan suatu tarian yang gerakannya hampir sama dengan gerakan silat tetapi memakai sarana berupa Tamiang (Perisai) yang terbuat dari kulit sapi dan menggunakan rotan sebagai alat pemukulnya. Tarian ini tidak ubahnya seperti sebuah perang tanding satu lawan satu dengan saling membalas pukulan. Tarian ini biasanya dilaksanakan pada saat kemarau panjang sekitar bulan Oktober dengan tujuan untuk memohon hujan dan sebagai sarana untuk mengusir wabah penyakit.

 

Makam Jaya Prana 

Kuburan Jaya Perana dan Layon Sari ini terletak di kawasan hutan belukar Teluk Terima, Desa Sumber Klampok, Kecamatan Gerokgak, ± 67 km sebelah barat Kota Singaraja.

Kuburan ini merupakan bangunan kisah romantis seperti cerita Romeo dan Juliet di Eropa atau Sampek Engthai di Cina. Jaya Prana dan Layon Sari adalah merupakan pasangan suami isteri yang sangat ideal pada masa Kerajaan Wanekeling Kalianget tempo dulu. Karena kecantikannya sang raja jatuh cinta pada Layon Sari dan dengan tipu muslihatnya dapat membunuh Jaya Prana.

Sedangkan Layon Sari yang tidak mau diperistri oleh raja memilih bunuh diri untuk menyusul suami tercintanya. Setiap Bulan Purnama dan Bulan Mati (Tilem) dan hari – hari suci lainnya seperti Galungan, Kuningan, dan lain – lain banyak umat melayat datang ke kuburan ini.

Desa Pemuteran 

Pemuteran terletak dipesisir barat dari pulau Bali ± 55 km arah barat kota Singaraja dan 30 km dari Gilimanuk. Letaknya yang berada diantara gugusan perbukitan dan laut menjadikan tempat ini menjadi sangat eksotis. Pantai Pemuteran merupakan obyek wisata yang sangat cocok bagi wisatawan yang suka tempat sepi dan jauh dari kebisingan.

Karang laut yang dipelihara secara profesional dan proyek penangkaran penyu juga ada di desa ini. Meskipun telah dikembangkan sebagai obyek wisata, pantai ini masih menunjukkan keasliannya. Masyarakat pantai masih mempergunakan peralatan tradisional seperti perahu dan jaring untuk melakukan aktifitasnya sehari-hari. Di desa ini juga terdapat Pura Pemuteran yang terkenal dengan sumber air panasnya. Berbagai fasilitas wisata sudah tersedia di tempat ini, dari hotel melati sampai hotel bintang lima , restoran serta dive center dengan mudah dapat ditemui disini.

Rice Terrace Busungbiu 

Hampar persawahan (rice terrace) ini terdapat di penghujung selatan Desa Busungbiu -+ 39 km sebelah selatan kota singaraja, di pinggir jalan utama Singaraja – Denpasar via pupuan. Hamparan persawahan ini terlihat sangat menakjubkan yang dilatar belakangi oleh perbukitan hijau dan ditengah – tengah persawahan terlihat untaian sungai yang berkilauan dengan airnya yang mengalir sepanjang tahun.

Aktifitas petani di sekitar persawahan membawa para pengunjung pada suasana pedesaan yang alami. Dari areal parkir yang terletak dipinggir jalan ini juga disediakan panggung yang terbuat dari kayu sehingga para pengunjung dapat menikmati hamparan persawahan dengan leluasa.

Brahma Budha Wihara 

Terletak di Desa Banjar Tegeha, 18 km arah barat Singaraja. 2 km ke selatan dari jalan raya Singaraja-Seririt. Wihara ini terletak di kaki bukit menghadap ke laut. Brahmavihara-Arama lebih dikenal dengan nama Wihara Buddha Banjar merupakan vihara buddha yang terbesar di Bali . Areanya cukup luas. Dari tempat ini dapat melihat pemandangan Laut Bali Utara yang membentang dari arah timur sampai ke barat karena letaknya di daerah perbukitan, hal ini menjadikan vihara buddha ini memiliki daya tarik yang kuat untuk wisatawan baik mancanegara maupun nusantara. Tugu yang mengesankan adalah lonceng kuil yang besar, sumbangan dari Thailand , fanel-fanel yang mencerminkan cerita budha, dan juga patung budha. Memberikan tempat ideal bagi mereka yang mencari tempat untuk meditasi.

Air Terjun Melanting 

Air terjun yang setinggi kurang lebih 15 meter ini berada ditengah-tengah hutan kopi dan cengkeh di penghujung timur Desa Munduk Kecamatan Banjar ± 42 km sebelah selatan dari Kota Singaraja. Deburan air dan suara burung kecil dan belalang ditambah dengan suasana yang terpencil memberikan kesan alami bagi pengunjung yang datang. Disamping Potensi air terjun dan Danau Tamblingan Desa Munduk juga kaya akan potensi lainnya seperti perkebunan kopi dan cengkehnya serta tanaman buah-buahan seperti jeruk dan perkebunan bunagn, hamparan sawah (Rice Terrace) yang eksotis sangat digemari oleh wisatawan untuk trekking.

Desa Sambangan 

Sambangan, sebuah desa yang posisinya di atas bukit hijau di Kecamatan Sukasada yang jaraknya 6 km dari Kota Singaraja. Desa Sambangan letaknya berdampingan dengan Desa Ambengan yang hanya di batasi oleh sebuah jurang yang cukup lebar, karena itu secara geografis juga tidak jauh berbeda diantara kedua desa tersebut. Disamping dikelilingi oleh hamparan sawah (rice terrace) yang mempesona, desa ini juga memiliki potensi air terjun serta sebuah bendungan yang sangat cocok untuk wisata alam seperti trekking dan juga meditasi, karena banyak memiliki tempat yang menawarkan ketenangan jiwa. Bagi mereka yang ingin mengenang masa lalu dengan mandi di sungai, desa ini memiliki banyak kolam-kolam alami disepanjang sungai dengan airnya yang bersih.

Desa Sidetapa 

Merupakan salah satu desa tua di Bali Utara Bagian Tengah, tepatnya berlokasi 20 km sebelah barat Kota Singaraja. Yang menarik dilihat adalah bentuk rumah yang berpola persegi panjang terbagi tiga bagian : jeroan, jaba tengah, dan bencingah. Ketiga bagian ini disekat dengan tembok kayu berpintukan kayu. Di jeroan terdiri dari beberapa sekatan yang lebih kecil untuk tempat suci. Disini adalah semua tempat suci ada dalam rumah (tidak seperti umumnya orang Bali , yang menempatka posisi tempat suci tidak di dalam rumah tetapi diluar rumah). Di jaba tengah bagian adalah tempat untuk leluhur, dapur, dan ruang tinggal, bencingah, ruang pintu masuk menuju rumah.

Megoak-Goakan Desa Panji 

Megoak-goakan ini merupakan tarian rakyat yang acap kali dipentaskan menjelang Hari Raya Nyepi dan hanya terdapat di Desa Panji, Kecamatan Sukasada 6 km ke selatan dari Kota Singaraja. Nama megoak-goakan dikembangkan dari nama Burung Goak (Burung Gagak) ketika burung itu mengincar mangsanya kegiatan ini merupakan pementasan ulang dari sejarah kepahlawanan Ki Barak Panji Sakti sebagai Pahlawan Buleleng pada waktu menaklukan Kerajaan Blambangan di Jawa Timur.

Sapi Gerumbungan 

Sapi Gerumbungan adalah merupakan jenis kesenian yang dipadukan dengan kegiatan olah raga yang biasa dilaksanakan sekitar Bulan Agustus di Lapangan Desa Kaliasem Lovina sekitar 11 km sebelah barat Kota Singaraja. Sapi Gerumbungan sejak jaman dahulu sudah sangat digemari oleh para petani. Menjadi tradisi diantara para petani, setelah selesai membajak sawahnya dan siap untuk ditanami, para petani mengadakan sejenis hiburan, yang dikenal dengan “Megrumbungan”. Gerumbungan itu berupa Genta besar yang digantungkan pada leher sapi jantan Sepasang sapi yang sudah terlatih dihubungkan pada lehernya dengan sebuah alat dari kayu yang disebut “uga”.

Lovina 

Kawasan Wisata Lovina ini merupakan kawasan wisata pantai dengan daya tarik utamanya pantai dengan air laut yang tenang, pasir berwarna kehitam-hitaman, dan karang laut dengan ikan-ikan tropisnya. Karena sifat lautnya yang tenang, Lovina ini sangat cocok untuk rekreasi air seperti menyelam, snorkling, berenang, memancing, berlayar, mendayung dan sekedar berendam di air laut. Disamping daya tarik tersebut di atas, dapat dicatat disini adanya ikan lumba-lumba dalam habitat aslinya. Ikan lumba-lumba yang jumlahnya ratusan ini dapat dilihat di pagi hari, kurang lebih satu kilometer lepas pantai. Ikan lumba-lumba yang menyelam, melompat di atas permukaan air dengan pemandangan untaian gunung di sebelah selatannya, langit kemerah-merahan pertanda terbitnya matahari, merupakan suatu pemandangan yang memberi daya tarik yang sangat memikat.

Secara resmi, kawasan ini disebut Wisata Kalibukbuk, namun lebih dikenal dengan sebutan Kawasan Wisata Lovina. Kawasan ini meliputi 2 kecamatan, yaitu Desa Pemaron, Desa Tukadmungga, Desa Anturan dan Desa Kalibukbuk masuk Kecamatan Buleleng sedangkan Desa Kaliasem dan Desa Temukus masuk Kecamatan Banjar. Kedua-duanya terletak di kabupaten Daerah Tingkat II Buleleng. Desa yang terletak paling Timur yaitu Desa Pemaron (5 km Barat Singaraja) dan desa paling Barat yaitu Desa Temukus (12 km Barat Singaraja). Pusat kawasan wisata Lovina terletak 10 km dari kota Singaraja.

Desa Beratan 

Desa Beratan terletak disebelah selatan Kota Singaraja. Kurang lebih berjarak hanya 1 km dari Pusat Pemerintahan Kabupaten Buleleng. Desa ini dikenal sebagai pengrajin emas dan perak. Pengrajin setempat memiliki style unik yang terkenal dengan Style Beratan. Wisatawan dapat berkunjung ke tempat pengrajin bekerja sambil melihat-lihat cara pengrajin mengolah bahan mentah menjadi bahan kerajinan emas dan perak. Hasil karya mereka juga dipajangkan dan bila berniat wisatawan boleh membeli.

Puri Buleleng 

Sampai saat ini rakyat Buleleng masih bangga memiliki sisa bangunan Puri Raja Buleleng yang dibangun Dinasti Ki Barak Panji Sakti yang tersohor. Dua puri yang ada sekarang ini diantaranya satu terdapat di Jalan Veteran dan lainnya terdapat di Jalan Gajah Mada. Bangunan yang ada di dalamnya baik tempat tidur, kamar tamu, pertamanan, merajan (tempat suci), perpustakaan dan senjata-senjata, masih tersimpan rapi dan disakralkan oleh keluarga raja. Perhatian pemerintah daerah terhadap puri ini sudah menampakan kemajuan. Ini terbukti dengan datangnya bantuan pemerintahan dengan merehabilitasi bagian-bagian beberapa bangunan kedua puri yang hampir mendekati kerapuhan. Wisatawan bisa mengunjungi kedua puri ini kapan saja terhitung mulai pukul 8.00 sampai 5.00.

Pura Dalem Jagaraga 

Pura Dalem Jagaraga terletak di Desa Jagaraga, Kecamatan Sawan 11 km sebelah timur Kota Singaraja, dipinggir jalan jurusan Singaraja-Sawan. Desa ini terkenal dengan “Puputan Jagaraga” perang melawan Belanda pada tahun 1848 dibawah komando I Gusti Ketut Jelantik. Lingkungan Pura Dalem ini memiliki keunikan tersendiri yaitu relief mobil kuno yang dikendarai oleh orang yang bersenjata, relief pesawat jatuh, relief orang Belanda minum bir dan lain-lain. Juga patung “Men Brayut” cerita Rakyat Bali tentang seorang ibu dengan anak banyak yang masih kecil bergayutan minta digentong semua. Pura ini tak bisa ditemukan di lain tempat di Bali

Bukakak 

Upacara Bukakak terdapat di Desa Adat Sangsit Dangin Yeh, Desa Sangsit Kecamatan Sawan ± 8 km timur Kota Singaraja. Upacara ini sangat unik karena hanya terdapat di Desa Sangsit yang dilakukan setiap 2 tahun sekali dan diselingi dengan upacara ngusaba setiap tahunnya. Upacara ini berkaitan dengan “Upacara Ngusaba”, upacara yang bertujuan untuk mendoakan agar para petani diberikan panen yang baik. Dalam upacara ini, dibuat “Babi Guling” (seekor babi muda yang dipanggang) yang pada waktu memanggangnya hanya sebagian babi tersebut dipanggang matang. Babi guling ini kemudian oleh anggota subak diarak dalam suatu prosesi diiringi gemelan Tik Nong, menjelajahi areal persawahan untuk memohon berkah.

Kubu Tambahan 

Lingkungan Pura Maduwe Karang adalah salah satu lingkungan Pura di Bali yang telah dikenal wisatawan mancanegara sebelum Perang Dunia Kedua. Di Jaman itu wisatawan mancanegara datang ke Bali melalui laut di Pelabuhan Buleleng. Di tempat ini sambil menunggu angkutan umum para wisatawan mempergunakan waktu untuk mengunjungi Lingkungan Pura Beji di Desa Sangsit, Lingkungan Pura Maduwe Karang di Desa Kubutambahan.Lingkungan Pura ini terdiri dar i tiga tingkat yaitu “Jaba Pura” di luar lingkungan pura atau “Jabaan”, “Jaba Tengah”, dan “Jeroan”, bagian paling dalam adalah yang paling disucikan. Dua buah tangga batu menanjak menuju Jaba Pura, yang di bagian depannya dihiasi patung-patung batu padas, tiga puluh empat jumlahnya, yang diambil dari tokoh-tokoh dan adegan-adegan ceritera Ramayana.

Patung yang berdiri di tengah-tengah memperlihatkan Kumbakarna yang sedang berkelahi dan dikeroyok oleh kera-kera laskar Sang Sugriwa. Yang unik, pada bagian dinding di sebelah utara terdapat ukiran relief orang naik sepeda yang roda belakangnya terdapat daun bunga tunjung. Daya tarik lain adalah pahatan Durga dalam manifestasinya sebagai Rangda, dalam posisi duduk dengan kedua lututnya terbuka lebar sehingga alat kelaminnya jelas kelihatan. Tangan kanannya diletakkan di atas kepala seorang anak kecil yang berdiri di sebelah lututnya, kaki kanannya diletakkan di atas binatang bertanduk yang sedang berbaring. Pada bagian lain dari dinding lingkungan pura ini terdapat pahatan seorang penunggang kuda terbang dan pahatan Astimuka. Tokoh ini dilukiskan sama dengan Sang Hyang Gana (Ganesha), yakni dewa dengan muka gajah. Kungkungan Pura Maduwe Karang ini terletak di Desa Kubutambahan, 12 km sebelah Timur Singaraja.

Pura Beji 

Lingkungan pura ini berlokasi di Desa Sangsit, Kecamatan Sawan lebih kurang 8 km di sebelah timur Kota Singaraja dan masuk sekitar 500 meter ke jalan menuju pantai. Lokasi ini mudah dicapai dengan kendaraan roda empat. Pura yang dimiliki oleh krama/anggota subak desa ini berada di tengah-tengah wilayah pertanian. Daya tarik dari pura ini adalah hampir semua bagian dari pura ini dihiasi oleh ukiran style Buleleng berbentuk tumbuh-tumbuhan merambat dan motif bunga ciri khas Bali Utara. Tidak ada bagian yang kosong tanpa ukiran. Lingkungan Pura Beji merupakan sebuah lingkungan Pura untuk memuja Dewi Sri, sebagai Dewi yang dikaitkan dengan pertanian khususnya dipercayai sebagai Dewi yang menciptakan padi sebagai bahan makanan pokok.

Desa Sembiran 

Desa Sembiran merupakan perkampungan tertua abad megalithic terletak di daerah perbukitan di Kecamatan Tejakula ± 30 km timur kota Singaraja. Begitu memasuki bagian depan desa ini, seluruh rumah yang tersusun, dilihat dengan sangat mempesona. Meski kemajuan teknologi sudah merambat kesisi kehidupan desa ini, namun sisi kehidupan upacaranya masih kelihatan di desa ini. Berbagai arkeolog dunia sudah menyempatkan diri untuk mengunjungi desa ini.

Desa Julah 

Merupakan desa tua yang masih banyak menyimpan peninggaln megalitik. Terletak di Kecamatan Tejakula ± 29 km sebelah timur Kota Singaraja. Desa ini dipercaya sebagai desa kuno di Bali . Dari tatanan desanya, desa ini menyerupai desa-desa kuna lainnya di bali seperti Desa Tenganan di Kabupaten Karangasem. Desa yang terkenal dengan Baris sakralnya ini masih memiliki bangunan rumah tradisional serta Pura Desa yang dipercaya sebagai pura tertua di Bali, dan juga memiliki kerajinan tenun dengan ciri khas tersendiri.

 

Air Terjun Les 

Air Terjun Les ini terletak di Desa Les Kecamatan Tejakula,± 38 km timur dari Kota Singaraja. Air Terjun ini mencapai tinggi kurang lebih 30 meter yang dikelilingi oleh pemandangan alam yang masih alami dengan latar belakang perbukitan. Disamping air terjun, desa ini juga mempunyai potensi yang tidak kalah menariknya seperti pantai Desa Les yang terletak di sebelah utara tidak jauh dari air terjun ini yang memiliki keindahan pemandangan bawah laut.

 

 

Gedong Kertya

Gedong Kertya dan Museum Buleleng terletak di lingkungan Pura Seni Sasana Budaya Singaraja, tepatnya di jalan Veteran no. 23 Singaraja. Gedong Kertya adalah perpustakaan lontar yng ada hanya satu-satunya di Indonesia bahkan di dunia. Terdapat koleksi dan salinan teks tulisan tangan yang berhubungan dengan Kesusastraan Bali, mitos, pengobatan, mantra-mantra, sastra religius dan lain-lain. Terdapat juga lontar berisikan gambar berbentuk komik yang disebut “prasi”. Terdapat sekitar 4000 lontar tersimpan di perpustakaan ini yang disimpan dalam sebuah kotak kayu.

Beberapa meter di sebelah timur Gedong Kertya, terdapat Museum Buleleng yang didirikan pada tanggal 30 Maret 2002, dimana tersimpan koleksi-koleksi yang meliputi benda-benda Peninggalan Purbakala seperti sarkofagus, patung, senjata dan lainnya. Benda-benda Seni seperti Lukisan, kain-kain, Kerajinan Emas dan perak dan lainnya benda-benda yang berkaitan dengan kehidupan masyarakat Bali Utara seperti alat pertanian dan alat nelayan.

 

Pelabuhan Buleleng 

Terletak disebelah pesisir utara Kota Singaraja. Dijaman dulu ketika Singaraja sebagai ibu kota dari Nusa Tenggara adalah merupakan pusat pelayaran yang penting. Keputusan memindahkan Ibu Kota Propinsi Bali dari Bali Utara ke Bali Selatan adalah berdasarkan dibaginya Nusa Tenggara menjadi 3 propinsi, membuat Pelabuhan Bulel eng menjadi kurang berfungsi. Kemerosotan pelabuhan buleleng mencapai puncaknya ketika pembangunan Pelabuhan Celukan Bawang ± 40 km arah Barat Singaraja.

Namun sejak Tahun 2005 bekas Pelabuhan Buleleng ini telah ditata oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Buleleng dengan penataan taman serta bekas dermaga kayu yang sudah usang diperbaharui dilengkapi dengan sarana restauran terapung.

Air Panas Banjar 

Air Panas Banjar terletak di Desa Banjar, kabupaten Buleleng sekitar 24 kilometer sebelah barat kot Singaraja.  Untuk mencapai lokasinya kita dapat menggunakan kendaraan bermotor dengan kondisi jalan yang cukup bagus. Air Panas banjar merupakan air panas alam yang dianggap dapat menyembuhkan penyakit.

Sumber mata air Panas Banjar diperkirakan berusia ratusan tahun, dimana sejak jaman pendudukan Jepang sumber air panas ini telah dibenahi dan dimanfaatkan.  Pemerintah Jepang pada saat itu membangun tiga buah kolam penampungan air untuk berendam, karena air yang dihasilkan mengandung belerang yang dapat menyembuhkan penyakit kulit.  Sampai saat ini pemandian tersebut masih dimanfaatkan oleh masyarakat umum dan wisatawan.   Disamping sebagai tempat untuk berendam dan berenang Para wisatawan bisa juga menikmati jatuhnya air pancuran ditubuhnya seolah-olah seperti dipijat terutama kolam yang dilengkapi pancuran setinggi 3,5 meter sehingga badan menjadi lebih segar.

Untuk mengelola obyek wisata alam Air Panas Banjar dibentuk Yayasan Yeh Panes Nirmala agar semakin dikenal untuk dikunjungi wisatawan dalam dan luar negeri.

Air Sanih 

Air Sanih atau Yeh Sanih adalah tempat wisata yang terletak sekitar 17 km dari Singaraja, Bali. Tempat ini merupakan tempat permandian dengan sumber air. Menurut Legenda tempat ini merupakan tempat permandian bagi pasangan muda.

Menurut kepercayaan masyarakat setempat, sumber air ini mempunyai asal-usul dari Danau Batur yang letaknya ratusan kilometer dari tempat ini. Air dari sumber ini sering digunakan dalam upacara agama Hindu. Di tempat ini juga dapat ditemui pura yang diujukkan kepada dewa Wisnu. Obyek wisata tirta ini merupakan kolam renang alami. Terletak di Desa Sanih Kecamatan Kubutambahan ± 17 km sebelah timur kota Singaraja. Air Sanih terkenal dengan sumber mata air yang muncul tanpa henti di pojok tenggara kolam renang ini. Mata air ini merupakan aliran sungai dalam tanah yang berasal dari Danau Batur. Ada dua kolam ditempat ini, satu untuk orang dewasa dan satu untuk anak-anak. Beberapa meter di sebelah utaranya dikelilingi oleh laut yang relatif aman untuk berenang dan aktifitas olah raga air lainnya atau hanya sekedar berbaring bermalas-malasan di atas pasir pantai yang hitam. Disekitar obyek ini telah tersedia beberapa penginapan kecil dan restoran dan areal parker sebagai sarana pendukungnya

Pulau Manjangan 

Lokasi Pulau Menjangan berada disebelah utara Taman Nasional Bali barat yang termasuk bagian dari Desa Sumber Klampok, kecamatan Grokgak  yang berjarak sekitar 76 kilometer sebelah Barat Kota Singaraja.   Untuk mencapai Pulau para wisatawan harus naik perahu bermotor (boat) sekitar 30 menit dari Labuhan lalang.

Pulau menjangan merupakan sebuah pulau kecil tanpa penghuni dengan luas kurang lebih 175 hektar terdiri dari karang, batu batuan vulkanik serta tanah vulkanik hitam.  Sesuai dengan namanya pulau ini dahulu terkenal dengan menjangannya (Cervus Timorensis).  Pulau ini menawarkan potensi keindahan laut sekitarnya yang sangat cocok untuk  kegiatan rekreasi serta olah raga air seperti : Snorkeling dan Scuba Diving.  Keindahan alam bawah lautnya sangat menarik karena kita dapat menemukan terumbu karang  serta flora dan fauna laut yang berwarna warni.  Dengan kondisi air laut yang tenang dan panorama teluknya sangat mempesona.   Kehidupan bawah laut yang sangat mempesona dengan berbagai jenis ikan laut hias yang hanya ditemukan dibeberapa daerah saja di dunia.  Hampir sekitar 59% dari nilai eksport ikan hias Indonesia berasal dari Pulau Menjangan.

Pura Pulaki 

Pura Pulaki terletak di Desa Banyu Poh, Kecamatan Grokgak Buleleng sekitar 49 km sebelah barat kota Singaraja.  Nama Pura Pulaki lebih dikenal daripada pura dalem melanting karena sesungguhnya Pura Dalem melanting merupakan kesatuan dari Pura Pulaki.   Dari tinjauan sejarahnya pendirian Pura Pulaki berhubungan erat dengan Perjalanan Tirtayatera yang dilakukan oleh Danghyang Nirartha di Pulau Bali pada pemerintahan Raja gelgel, Dalem Waturenggong 1460 – 1552 Masehi.

Fungsi Pura Pulaki adalah sebagai tempat suci untuk memuja Sanghyang Widhi dan memuja keagungan jiwa Sri Patni Kaniten yang mencapai moksa.  Pura Pulaki tergolong sebagai Pura Kahyangan Jagat dan Dang Kahyangan karena berkaitan dengan Danghyang Nirartha

Taman Nasional Bali Barat 

adalah kawasan pelestarian alam yang mempunyai ekosistem asli, dikelola dengan sistem zonasi, yang dapat dimanfaatkan untuk tujuan penelitian, ilmu pengetahuan, menunjang budidaya, pariwisata dan rekreasi. mempunyai luas 19.002,89 ha. terdiri dari kawasan terestrial seluas 15.587,89 ha. dan kawasan perairan selaus 3.415 ha. Potensi Taman Nasional Bali Barat meliputi berbagai jenis flora dan fauna liar, yang berstatus langka, dilindungi maupun yang keberadaannya masih melimpah, habitat dan letak geomorfologinya serta keindahan alamnya.

Air Terjun Git-Git 

Air Terjun ini terletak di Desa Gitgit Kecamatan Sukasada. Dari Kota Singaraja berjarak 11 km ke arah selatan menuju Desa Pancasari dan Bedugul. Air terjun yang berketinggian ± 35 meter ini sangat asri dan memiliki panorama yang indah dan berada di lingkungan yang berhawa sejuk. Turun dengan jalan kaki setelah melewati tempat Parkir Gitgit, beberapa pemuda lokal yang diorganisir oleh desa adat setempat menawarkan jasa mengantar para wisatawan menuju wisata air terjun yang indah ini.

 

Tabanan

Gallery

Obyek Wisata

Bedugul 

Jaraknya  25,66 Km dari Kota Tabanan.

Terletak pada ketinggian + 1240 m dari permukaan laut, Bedugul memiliki tiga buah danau yang dikelilingi perbukitan. Salah satu danaunya adalah danau Beratan. Di danau ini, wisatawan dapat berekreasi dengan perahu atau motor boat serta melihat pemandangan indah. Selain itu sebuah gua peninggalan Jepang dapat pula dikunjungi. Disebelah utara Bedugul terdapat sebuah lapangan golf (Bali Handara Country Club).

Botanical Garden 

Kebun Raya Bedugul merupakan sebuah kompleks hutan suaka. Hutan tersebut ditata sedemikian rupa sehingga terwujud suatu pemandangan yang indah dan nyaman. Disana terdapat pula suatu bangunan rumah kaca yang dipergunakan untuk percobaan dan pengembangan tumbuhan terutama anggrek.

Alas Kedaton 

Pura Alas Kedaton memiliki dua keunikan yang menarik. Memiliki empat pintu masuk ke dalam pura, dan halaman dalam yang merupakan tempat tersuci justru letaknya lebih rendah dari halaman tengah dan luar. Tempat suci ini dikelilingi oleh hutan yang dihuni kera keramat.

Tanah Lot 

Jaraknya  12 Km dari Kota Tabanan.

Pura Tanah Lot dirikan pada abad ke XV Masehi. Bila air laut surut, pengunjung dapat langsung masuk ke pelataran pura. Jika air laut pasang, pura ini tampak seperti perahu yang terapung. Dibawah pura terdapat banyak ular jinak yang dipercaya sebagai penjaga pura.

Jati Luwih 

Jaraknya -+ 27 Km dari Kota Tabanan.

Jatiluwih sebagai Desa Wisata yang terletak 700 meter di atas permukaan laut merupakan salah satu objek yang terindah di Tabanan, dengan pemandanagan yang luas dan panorama sawah bertingkatnya yang memukau. Disebelah utaranya, membentang pegunungan berhutan lebat dengan udara sejuk dan bersih.

Monument Margarana 

Kira-kira jaraknya -+ 25 Km dari Kota denpasar dan -+ 10 Km dari Kota Tabanan.

Candi Pahlawan ini merupakan makam para pahlawan yang gugur pada pertempuran tanggal 20 Nopember 1946. Pertempuran ini terkenal dengan nama Perang Puputan Margarana dan dipimpin oleh I Gusti Ngurah Rai. Disini dapat disaksikan tulisan yang merupakan surat dari beliau kepada Belanda.

Yeh Gangga 

Jaraknya dari Kota Denpasar hanya 31 Km dan jika dari Kota Tabanan kira-kira 11 Km.

Yeh Gangga selain menjadi pantai yang banyak dikunjungi wisatawan, juga merupakan tempat nelayan menangkap ikan dan udang. Pantai dengan karang-karangnya yang indah merupakan pemandangan yang dapat dinikmati.

Air Panas Penatahan 

Jaraknya -+  12,5 Km dari Kota Tabanan dan jika dari Kota Denpasar jaraknya -+ 34 Km.

Berdasarkan hasil penelitian Depkes RI, air panas Penatahan yang berada di tepi sungai Yeh Ho ini sangat baik untuk mandi karena banyak mengandung zat  yang dapat menyembuhkan beragam penyakit kulit.

Pura Luhur Batukaru 

Jaraknya 21,6 Km dari Kota Tabanan.

Pura Luhur Batukaru dikelilingi oleh hutan dan tumbuh-tumbuhan yang menghijau dengan udara yang segar dan bersih. Di dalam pura terdapat banyak peninggalan purbakala.

Museum Subak 

Jaraknya 500 M dari Kota Tabanan dan 19 Km dari Kota Denpasar.

Museum Subak, dengan bentuk bangunan yang merupakan perpaduan arsitektur tadisional Bali dengan modern, museum ini menyimpan banyak alat-alat pertanian tradisional. Memasuki museum ini suasana masa lampau dapat dirasakan sehingga peradaban Bali kuno dapat terbayangkan.

Pantai Soka 

Jaraknya 46 Km dari Kota Denpasar, dan  25 Km dari Kota Tabanan.

Pantai Soka mempunyai pemandangan indah yang baik sekali untuk tempat beristirahat. Di sini terdapat sebuah periuk besar dari batukarang dan sebuah dapur kuno milik Kebo Iwa.

Puri Anyar & Puri Agung 

Letaknya di Desa Kerambitan jaraknya -+ 7 Km dari Kota Tabanan.

Peninggalan purbakala dan lukisan-lukisan terkenal yang dibuat pada abad ke 17 terdapat dalam Puri Anyar and Puri Agung ini. Terdapat pula kegiatan kesenian seperti Tektekan, Joged Bumbung Dance, Andir, Leko yang dilengkapi dengan penyuguhan santap malam ala puri sesuai dengan pesanan para tamu.

Air panas Mangesta 

Jaraknya 17 Km dari Kota Tabanan.

Air panas di Desa Mangesta begitu segar dan menyehatkan yang dapat membawa perasaan lega bagi badan yang letih. Di sini terdapat pula pancuran untuk pemandian umum.

I Ketut Marya Hall 

Gedung I Ketut Maria ini dibangun sebagai tanda kehormatan dari pemerintah dan masyarakat kepada seniman terkenal I Ketut Marya. Gedung ini merupakan pusat kegiatan pertunjukan kesenian khususnya tari-tari kreasi.

Taman Pancaka Tirta 

Letaknya di tengah Kota Tabanan, di taman Pancaka Tirta  ini dikuburkan abu seluruh pahlawan dan putra-putra terbaik bangsa yang meninggal setelah perang kemerdekaan sampai sekarang. Di pintu gerbang makam ini terdapat 2 patung pahlawan, I Gusti Debes dan Wagimin.

Air Panas Angseri 

Jaraknya  25,80 Km dari Kota Tabanan.

Air Panas Angseri terletak di tengah-tengah hutan bambu yang dihuni ratusan kera jinak. Air panas ini sangat baik untuk pengobatan. Selain hawanya yang sejuk dan segar, pemandangan di sekitarnya pun sangat indah.

Air Terjun Pujungan 

Letaknya 58 Km dari Kota Denpasar dan 47,5 Km dari  Tabanan terdapat di Desa Pujungan.

Sepanjang jalan menuju air terjun Pujungan, terbentang perkebunan kopi yang sangat menarik. Suasana di sekitar air terjun pun masih asli sehingga memberi kenyamanan hati bagi para pengunjung.

Taman Kupu-Kupu 

Jaraknya 5 Km dari Kota Tabanan,  merupakan satu-satunya taman kupu-kupu yang ada di nusantara, Taman Kupu-kupu Bali ini berusaha mengembangbiakan dan menangkar kupu-kupu dengan tujuan pengetahuan ilmiah. Selain itu, setiap hari dilepas ratusan ekor kupu-kupu yang beraneka warna di taman ini.

Pura Makori 

Jaraknya Kira-kira 32 Km dari Kota Tabanan dan -+55 Km dari Denpasar.

Pura Makori ini berbeda dari lazimnya pura yang ada di Bali karena tidak ada pelinggih di pura ini. Udara di sekitar pura ini sangat sejuk ,bersih serta sangat baik untuk meditasi.

Pupuan 

Jangan lupa singgah di Desa Pupuan apabila datang ke daerah Tabanan, Panorama Pupuan dapat dilihat disepanjang perjalanan menuju Singaraja melalui Seririt. Dimana terbentang pemandangan alam yang indah dengan sawah yang bertingkat-tingkat dan kebun kopi yang menghijau. Selain itu, air terjun di Pujungan pun dapat dinikmati.

Pantai Surabarata 

Jaraknya 30 Km dari Kota Tabanan, Pantai yang memiliki pasir hitam dan ombak besar sehingga Pantai Surabarata  ini cukup bagus untuk berselancar. Ditambah kondisi pantai masih alami dan indah yang merupakan daya tarik tersendiri bagi pantai ini.

 

Pantai Kelating 

Pantai Yang satu ini terletak di Desa Kerambitan Tabanan.Pantai yang memiliki pasir hitam dan ombak besar ini menyajikan pemandangan yang sangat indah dan nyaman.

Pantai Pasut 

Jaraknya 34 Km dari Kota Denpasar,berbeda dengan pantai yang lainnya muara Pantai Pasut ini digunakan untuk perlombaan mendayung dengan sampan atau perahu nelayan. Dengan pantai yang luas dan landai, pemandangan indah disajikan oleh pantai ini.

Pantai Nyanyi 

Jaraknya -+ 13 Km dari Kota Tabanan, Pantai Nyanyi memiliki keadaan pantai yang tidak jauh berbeda dengan kebanyakan pantai di Tabanan, panorama yang ditawarkan sangat memukau terutama pada saat bulan purnama.

Pantai Kedungu 

Jaraknya -+  12 Km  dari Kota Tabanan dan -+ 32 Km dari Kota Denpasar,  dengan pasir hitam dan ombak besar, Pantai Kedungu yang landai ini menyajikan pemandangan terasering sawah yang luas, yang sangat baik untuk tempat rekreasi dan cocok untuk perhotelan dan lapangan golf.

Pantai Beraban 

Jaraknya -+ 24 Km dari Kota Tabanan dan -+ 45 Km dari Kota Denpasar, Pantai Beraban yang berpasir hitam dengan ombak besar serta alam sekitarnya yang masih asli ini memiliki panorama yang sangat menarik bagi setiap wisatawan. Tempat ini sangat cocok untuk perhotelan.

Pantai Kelecung 

Jaraknya -+ 26  Km Dari Kota Tabanan, dan -+ 41 Km dari Kota Denpasar, Indahnya panorama dengan sawah yang bertingkat membentang luas dapat dinikmati di Pantai Kelecung ini. Pantainya berpasir hitam dan berombak besar sebagaimana pantai- pantai lainnya yang ada  di Tabanan.

Sanggar Tari Wrhatnala 

Sanggar Tari Wrhatnala ini terletek di Desa Abiantuwung. Sanggar ini telah banyak manciptakan tari kreasi baru. Banyak murid yang belajar di sanggar ini, tidak hanya dari Bali, tetapi juga luar bali dan mancanegara.

Keramik Desa Pejaten 

Jaraknya -+ 12 Km dari Kota Tabanan, Desa Pejaten selama bertahun-tahun telah terkenal dengan produksi barang pecah belahnya yang terbuat dari tanah liat (gerabah). Gerabah ini diukir khas Bali yang sangat indah dan menarik.

Desa Pinge 

Memiliki Jarak 10 Km dari Kota Tabanan, Pinge adalah sebuah desa yang unik dengan pemandangan alam pedesaan yang indah. Rumah penduduknya masih alami dengan arsitektur kuno yang disebut Angkul-Angkul. Selain itu dapat pula dijumpai peninggalan purbakala di Pura Natar Pejeng.

Sekartaji 

Jaraknya -+ 8 Km dari Kota Tabanan, Sekartaji menawarkan pengalaman trekking yang tidak terlupakan melewati areal persawahan dan hutan bambu yang lebat dimana terdapat sungai yang menakjubkan ditengah-tengahnya.

Legung Luwih 

Jaraknya -+ 10 Km dari Kota Tabanan, Bangunan tradisional Bali beserta segala aktivitas masyarakat di dalamnya dapat disaksikan di sini. Terlebih, pengunjung dapat langsung terjun dalam aktivitas- aktivitas tersebut.

Ulun Danu Beratan 

Jaraknya -+ 40 Km dari Kota Tabanan, Pura Ulun Danu Beratan terletak di Desa Candi Kuning dan terdiri atas 4 kompleks pura: Pura Lingga Petak, Pura Panataran Puncak Manggu, Pura Terate Bang, dan Pura Dalem Purwa. Lokasi bangunan pura berada di tepian Danau Beratan. Danau ini sangat mudah dicapai karena lokasinya berada di pinggir jalan utama Denpasar Singaraja, tepatnya di Desa pancasari. Wisatawan dapat menikmati fasilitas yang tersedia di danau ini seperti: rekreasi melihat-lihat danau, naik perahu bermotor keliling danau, parasailing, bersampan, memancing, banana boating, dan ski air.

 
 

PEMESANAN atau BOOKING PAKET WISATA, ADVENTURE, KENDARAAN, LOMBOK, hanya dengan klik MAKE A BOOKING di daftar harga yg tersedia, maupun BOOKING HOTEL klik Booking now atau bisa melalui EMAIL Yang Kami Sediakan Di Sidebar Kanan, atau melalui TELPON dan SMS

Staff Online:

Cari Tiket Pesawat Murah Semua Maskapai